05332354
IQPlus, (23/2) - Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda mengatakan inflasi di negaranya semakin cepat sebagai sebuah tren seiring ketatnya pasar tenaga kerja yang mendorong kenaikan upah. Kondisi itu menegaskan kembali keyakinan BOJ bahwa kondisi untuk mengakhiri suku bunga negatif sudah mulai berlaku.
Berbicara di parlemen, Ueda mengatakan, perekonomian Jepang kemungkinan mengalami siklus positif, di mana pertumbuhan lapangan kerja dan upah yang lebih tinggi menyebabkan kenaikan inflasi yang moderat.
"Harga jasa terus meningkat secara moderat. Tren inflasi juga secara bertahap meningkat. Kami akan mengarahkan kebijakan moneter dengan tepat sejalan dengan pergerakan tersebut," kata Ueda, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 23 Februari 2024.
Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa BOJ berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri suku bunga negatif dalam beberapa bulan mendatang meskipun ekonomi Jepang tergelincir ke dalam resesi, di tengah meningkatnya tanda-tanda bahwa perusahaan akan terus menawarkan gaji yang besar di tengah pengetatan pasar kerja.
Jajak pendapat Reuters menunjukkan lebih dari 80 persen ekonom memperkirakan BOJ akan menarik suku bunga jangka pendek keluar dari wilayah negatif pada April.
Namun, ekspektasi bahwa biaya pinjaman Jepang akan tetap sangat rendah telah mendorong pelemahan yen menjadi sekitar 150 terhadap dolar, tingkat yang dilihat oleh pasar sebagai peningkatan kemungkinan intervensi pembelian yen oleh otoritas Jepang. Dolar berada di 150,27 yen pada Kamis. (end/ba)