AKSES KREDIT MASIH TIMPANG, AMAR BANK PERCEPAT PEMBIAYAAN DIGITAL UMKM

  • Info Pasar & Berita
  • 09 Apr 2026

09825952

IQPlus, (9/4) - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mempercepat pembiayaan digital untuk UMKM sebagai prioritas utama guna memperkokoh ketahanan ekonomi digital Indonesia.

Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan pendekatan ini menjadi kunci untuk membuka potensi besar UMKM yang selama ini belum tergarap secara optimal. Perseroan berkeinginan memudahkan akses bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya.

"Melalui solusi keuangan digital yang mudah diakses dan andal, kami ingin membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam membangkitkan potensi besar UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional," kata Vishal.

Mengutip data terbaru Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta unit, dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja nasional.

Meski demikian, akses pembiayaan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Target pemerintah untuk mendorong porsi kredit UMKM hingga 30 persen dari total kredit perbankan belum tercapai, dengan realisasi pada 2025 yang masih berada di kisaran 19,4 persen.

Untuk itu, perbankan digital memiliki peranan krusial dalam menjembatani kesenjangan tersebut.

Vishal merasa digitalisasi memungkinkan proses yang lebih sederhana, akses pembiayaan lebih cepat dan sistem yang lebih aman sehingga mampu mendorong inklusi keuangan secara lebih luas.

Senada, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda juga menilai keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Pada diskusi acara Digital Banking & Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia s;eeping Giant, Nailul menyampaikan banyaknya pelaku usaha kecil yang hingga kini masih bergantung pada modal pribadi maupun pinjaman dari keluarga akibat hambatan administratif dan tingginya biaya untuk mengakses layanan perbankan.

"Dalam konteks ini, kehadiran bank digital dan skema pembiayaan berbasis kemampuan (ability-based financing) menjadi peluang untuk memperluas akses keuangan, terutama di daerah yang masih bergantung pada pinjaman informal," kata dia..

Ia menambahkan, di tengah tantangan tersebut, ekonomi digital Indonesia justru terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nailul mencatat nilai transaksi pembayaran digital diperkirakan mencapai Rp4.000 triliun pada 2026.

Angka yang cukup besar tersebut didorong oleh meningkatnya penggunaan internet dan perangkat mobile, serta pertumbuhan pesat QRIS baik dari sisi pengguna maupun merchant. Namun, ia mengingatkan isu keamanan data dan keterbatasan talenta digital masih menjadi tantangan utama.

"Ke depan, penguatan literasi, inklusi keuangan, serta inovasi digital menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Nailul.

Lebih lanjut, Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Solagracia mengatakan komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi yang tepat guna untuk membantu pelaku UMKM mengatasi hambatan akses ke layanan keuangan formal.

Menurutnya, melalui layanan Amar Bank Bisnis, pelaku UMKM didorong untuk membangun sistem administrasi dan pengelolaan keuangan yang lebih rapi, sistematis, dan terdokumentasi. (end/ant)

Kembali ke Blog