ANTHROPIC TUNJUK JPMORGAN PIMPIN PENJUALAN SAHAM KE INVESTOR

  • Info Pasar & Berita
  • 28 Okt 2026

30031019

IQPlus, (28/10) - Anthropic telah menunjuk JPMorgan Chase untuk memimpin penjualan saham kepada investor perorangan di Amerika Serikat dalam penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi mencetak rekor, menurut pihak-pihak yang mengetahui masalah tersebut.

Perusahaan di balik Claude ini mempertimbangkan untuk menawarkan sekitar 15 hingga 20 persen dari total saham yang tersedia dalam IPO tersebut kepada investor ritel, ungkap beberapa sumber. Salah satu sumber menambahkan, CEO JPMorgan, Jamie Dimon, diperkirakan akan turut serta dalam kampanye yang dijalankan oleh bank Wall Street tersebut.

JPMorgan kembali menjalankan peran yang sama seperti saat memimpin upaya pengumpulan pesanan ritel untuk IPO SpaceX senilai US$86,2 miliar sebuah proses yang mencatatkan permintaan lebih dari US$100 miliar dari investor perorangan, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg News.

Citigroup akan mengoordinasikan penawaran ritel internasional, menurut beberapa pihak yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut belum dipublikasikan. Berdasarkan dokumen pengajuan penawaran umum perdana (IPO), penawaran saham Anthropic mencakup wilayah Australia, Kanada, Jepang, sejumlah negara di Wilayah Ekonomi Eropa, Swiss, dan Inggris.

JPMorgan, menurut pihak-pihak tersebut, tengah mengoordinasikan penawaran IPO Anthropic kepada investor dengan kekayaan bersih tinggi (high-net-worth investors), nasabah perbankan swasta, serta berbagai platform broker.

Diskusi masih terus berlangsung, dan perincian terkait penawaran tersebut termasuk porsi saham yang dialokasikan untuk investor ritel masih dapat berubah. Perwakilan dari Anthropic, JPMorgan, dan Citigroup menolak untuk memberikan komentar.

Pada hari Senin (27 Oktober), Anthropic secara resmi mengajukan dokumen untuk penawaran umum perdana (IPO) yang akan melibatkan penjualan saham oleh perusahaan tersebut beserta sejumlah investornya. Langkah ini menandai pencatatan saham pertama oleh perusahaan yang berfokus utama pada pengembangan model kecerdasan buatan (AI) paling canggih. Goldman Sachs Group dan Morgan Stanley bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi utama untuk penawaran ini.

Menurut laporan Bloomberg News, para investor telah menyampaikan kepada pihak bank yang menangani kesepakatan tersebut bahwa estimasi valuasi wajar kini berada di kisaran US$1,4 triliun hingga US$1,5 triliun, meskipun valuasi mendekati US$1,75 triliun juga mungkin dapat dicapai.

Besarnya dana yang diperlukan untuk membiayai pengembangan AI beserta infrastruktur pendukungnya telah mendorong perusahaan-perusahaan terkait untuk menggalang modal hingga puluhan miliar dolar sekaligus.(end/Bloomberg)

Kembali ke Blog