AS AKAN LUNCURKAN SERANGAN FINANSIAL TERBESAR TERHADAP IRAN

  • Info Pasar & Berita
  • 24 Agt 2026

23534607

IQPlus, (24/8) - Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa AS akan meluncurkan "serangan finansial terbesar yang pernah ada" terhadap Iran pada hari Senin, sementara Teheran mengancam akan menyita kapal-kapal yang melanggar aturan lintas di Selat Hormuz.

Eskalasi yang membayangi ini terjadi setelah kedua belah pihak gagal memanfaatkan periode gencatan senjata 60 hari untuk mencapai kesepakatan, sehingga menutup mekanisme gencatan senjata formal yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah yang kini telah memasuki bulan keenam.

Dalam sebuah unggahan di platform X pada Minggu malam waktu AS, Bessent mengatakan "saat fajar menyingsing, dimulailah 'D-Day' ekonomi," seraya menggambarkan langkah-langkah mendatang tersebut sebagai tahap akhir (*endgame*) dari kampanye Washington melawan Teheran.

Langkah-langkah baru ini akan menambah rangkaian sanksi luas yang sebelumnya telah menyasar sektor perbankan, energi, penerbangan, dan mata uang kripto Iran. Pemerintahan Trump mengklaim bahwa ekonomi Iran sedang terpuruk drastis, ditandai dengan inflasi yang tak terkendali dan nilai mata uang yang anjlok.

Bessent juga memperingatkan bahwa "negara mana pun yang menjadi saluran keuangan bagi rezim yang sedang melemah ini harus bersiap menghadapi isolasi serupa" sebuah pernyataan yang secara langsung ditujukan kepada pemerintah asing yang masih bertransaksi dengan Teheran. Sebelumnya, ia telah memperingatkan akan adanya sanksi sekunder tambahan bagi negara dan entitas yang berbisnis dengan Iran.

Iran merespons dengan memperingatkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk agar tidak bergabung dalam langkah-langkah ekonomi AS, serta memperketat kendalinya atas jalur pelayaran strategis tersebut yang sebelum perang menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut.

Pada hari Sabtu, Mohsen Rezaei seorang komandan militer senior yang baru saja menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran awal bulan ini bersumpah akan menyasar kepentingan negara-negara tetangga yang kaya minyak jika mereka bergabung dengan upaya AS untuk semakin mengisolasi Iran.

"Negara mana pun yang menjadi mitra dalam menciptakan pembatasan ekonomi terhadap kami akan kami anggap sebagai musuh," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran negara Iran.(end/CNBC)

Kembali ke Blog