18626047
IQPlus, (6/7) - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mendirikan anak usaha baru bernama PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI) yang akan bergerak di bidang usaha lelang. Pendirian perusahaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan bisnis Perseroan dan telah efektif secara hukum setelah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 3 Juli 2026, ASLC menjelaskan bahwa pendirian ASLI dilakukan bersama perusahaan afiliasi, PT Adi Sarana Investindo (ASI). Akta pendirian perusahaan dibuat melalui Akta Nomor 19 tanggal 25 Juni 2026 di hadapan Rizqah Fauziyah, S.H., M.Kn., sebagai pengganti Uus Sumirat, S.H., Notaris di Jakarta. Selanjutnya, perusahaan memperoleh pengesahan Menteri Hukum melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0051674.AH.01.01.TAHUN 2026 tanggal 1 Juli 2026.
ASLI berkedudukan di Jakarta Barat dengan kegiatan usaha di bidang lelang. Perseroan menetapkan modal dasar sebesar Rp10.000.000.000 dan modal ditempatkan serta disetor penuh sebesar Rp10.000.000.000.
Komposisi kepemilikan saham ASLI terdiri atas PT Autopedia Sukses Lestari Tbk sebesar 99,999% atau senilai Rp9.999.000.000, sedangkan PT Adi Sarana Investindo memiliki 0,001% atau senilai Rp1.000.000.
Manajemen menyampaikan bahwa pembentukan ASLI bertujuan menjalankan usaha di bidang lelang dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Perseroan, memaksimalkan kinerja usaha, serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Meski demikian, Perseroan menegaskan bahwa pendirian anak usaha tersebut tidak memberikan dampak material terhadap posisi keuangan maupun kinerja profitabilitas Perseroan.
Selain itu, ASLC menyatakan nilai penyertaan modal tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas Perseroan, sehingga bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Transaksi ini juga merupakan Transaksi Afiliasi, namun dikecualikan dari kewajiban pengumuman dan persetujuan pemegang saham independen sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020 Pasal 6 ayat (1) huruf b, karena merupakan penyertaan modal kepada perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki sedikitnya 99% oleh Perseroan. (end)