ASPR BERIKAN PENJELASAN TERKAIT PIUTANG JATUH TEMPO DAN DAMPAK EKSPANSI PABRIK

  • Info Pasar & Berita
  • 08 Mei 2026

12730145

IQPlus, (8/5) - PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) memberikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai beberapa poin dalam laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025. Penjelasan tersebut mencakup rincian piutang usaha, lonjakan nilai persediaan, hingga rencana ekspansi fasilitas produksi.

Klarifikasi Piutang dan Pemulihan Kredit

Manajemen ASPR menjelaskan adanya piutang usaha senilai Rp202 juta yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari. Piutang ini berasal dari penjualan kemasan makanan kepada PT Varia Baru Mandiri pada periode Februari-Maret 2025 yang belum terlunasi hingga akhir tahun.

Meski demikian, Perseroan menegaskan bahwa nilai tersebut tidak material terhadap total piutang dan telah dilakukan upaya penagihan intensif agar pembayaran terealisasi pada 2026. Di sisi lain, Perseroan berhasil membukukan pemulihan piutang usaha sebesar Rp122,49 juta. Keberhasilan ini merupakan hasil dari pembayaran pelanggan atas piutang yang sebelumnya telah dicadangkan melalui metode kerugian kredit ekspektasian (ECL).

Strategi Persediaan dan Investasi Mesin

BEI turut menyoroti peningkatan nilai persediaan yang cukup signifikan, dari Rp51,39 miliar di tahun 2024 menjadi Rp75,25 miliar pada akhir 2025. Manajemen menyatakan kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan volume penjualan dan langkah antisipatif untuk memenuhi target kuartal I-2026 yang diproyeksikan mencapai Rp78,2 miliar.

Selain itu, Perseroan sengaja meningkatkan stok bahan baku (buffer stock) untuk mengamankan harga dari potensi kenaikan biaya bahan baku di tahun 2026. Guna mendukung ekspansi bisnis, ASPRA telah mengalokasikan uang muka pembelian mesin senilai Rp28,61 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai mesin produksi, mulai dari mesin injeksi kemasan makanan, minuman, hingga galon dari berbagai pemasok internasional seperti Liuzhou Jingye dan Huayan Precision Machinery. Realisasi pemasangan mesin-mesin baru ini ditargetkan rampung pada Juli hingga Agustus 2026.

Ekspansi Fasilitas Pasuruan dan Efisiensi Operasional

Perseroan juga mencatat kenaikan biaya gaji dan tunjangan, yang didorong oleh penyesuaian upah minimum serta penambahan tenaga kerja untuk mendukung perluasan fasilitas produksi baru di Pasuruan. Dalam hal distribusi, ASPRA melakukan pengadaan satu unit kendaraan wing box melalui skema sewa pembiayaan (finance lease) selama 4 tahun.

Kendaraan ini difungsikan khusus untuk memperkuat jalur distribusi produk kemasan minuman seiring dengan meningkatnya area penjualan Perseroan. Menutup penjelasannya, Direktur ASPR, Arif, menyatakan bahwa hingga saat ini Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi material lainnya dalam 12 bulan ke depan yang belum diungkapkan ke publik. (end)


Kembali ke Blog