BANK DUNIA NILAI DAMPAK TARIF AS TERHADAP EKSPOR RI RELATIF KECIL

  • Info Pasar & Berita
  • 09 Apr 2026

09826918

IQPlus, (9/4) - Bank Dunia menilai bahwa dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan bahwa total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih di bawah 20 persen, sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand.

"Ketika dihitung melalui model, dampak (tarif AS) terhadap pendapatan riil Indonesia hanya sekitar 0,2 persen, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap PDB," ujarnya dalam wawancara daring dengan ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan kajian Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 menunjukkan bahwa efek negatif tarif AS dapat ditekan melalui reformasi kebijakan perdagangan dalam negeri.

Indonesia disebut masih menerapkan banyak hambatan non-tarif, seperti aturan impor bahan baku dan standar teknis yang ketat.

"Jika Indonesia melakukan reformasi untuk mengurangi hambatan non-tarif pada barang dan jasa, keuntungan dari reformasi tersebut akan jauh lebih besar dibandingkan biaya akibat tarif AS. Dengan begitu, dampak negatif tarif bisa terhapus," kata Mattoo.

Ia menekankan bahwa melalui kebijakan dalam negeri, Indonesia dapat menjadikan tarif AS sebagai small change karena manfaat reformasi domestik akan jauh melampaui biaya dari kebijakan tarif tersebut.

Sebelumnya, pada 19 Februari, Indonesia dan AS telah menyepakati perjanjian perdagangan resiprokal dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington, DC.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah resmi ditandatangani oleh kedua kepala negara.

Secara umum, AS menerapkan rata-rata tarif sebesar 19 persen untuk produk asal Indonesia. Namun, pemerintah AS memberikan pengecualian khusus untuk produk-produk tertentu yang telah diidentifikasi menerima tarif 0 persen.

Sebagai timbal balik, Indonesia menghapus pungutan tarif atas 99 persen produk asal AS. (end/ant)

Kembali ke Blog