18828879
IQPlus, (8/7) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut sebanyak 5.597 gerakan pangan murah (GPM) telah digelar di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan memperkuat daya beli masyarakat.
"Selama Januari sampai Juni tahun 2026 telah terlaksana GPM sebanyak 5.597 kali di 37 provinsi dan 378 kabupaten/kota," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Bapanas menyatakan tiga provinsi dengan GPM terbanyak antara lain Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Namun untuk Provinsi Papua Pegunungan, belum pernah mengadakan GPM di wilayahnya.
Langkah masif itu dirancang untuk memastikan kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula, bawang, dan komoditas pangan strategis lainnya dapat tersedia dengan harga lebih terjangkau.
Keberhasilan GPM di berbagai wilayah tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah termasuk peran BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD sebagai pilar penyedia stok bahan pokok berskala besar yang didukung keterlibatan unsur TNI, Polri, pelaku usaha swasta hingga asosiasi.
Amran menegaskan dengan kondisi ketersediaan pangan yang didominasi pasokan dari petani dan peternak pangan dalam negeri, Indonesia tidak terlalu bergantung terhadap negara lain.
Inflasi pangan pun dapat lebih terkendali agar tidak berfluktuasi terlalu tinggi, namun masih berada di ambang kewajaran harga mulai hulu sampai hilir.
"Tidak terhenti sampai Indonesia menjadi negara Indonesia emas, negara super power, sejajar dengan negara-negara di daya lainnya. Itu mimpi besar kita dan insya Allah itu akan menjadi kenyataan ke depannya," beber Amran. (end/ant)