15925646
IQPlus, (9/6) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa implementasi liquidity provider (LP) saham telah mendorong kenaikan nilai transaksi harian pada saham-saham yang telah dilakukan kuotasi.
BEI mengimplementasikan LP saham, sebagai upaya memperkuat kualitas dan likuiditas perdagangan, serta meningkatkan daya tarik investasi melalui perdagangan yang lebih likuid, efisien, dan transparan.
"Implementasi ini diharapkan dapat mendukung perdagangan yang lebih efisien dengan penyediaan kuotasi beli dan jual yang lebih konsisten di pasar yang dilakukan oleh LP saham, sehingga dapat mempermudah investor dalam bertransaksi dan mendukung proses pembentukan harga yang lebih optimal," ujar Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Jeffrey mengatakan bahwa respons dan minat dari anggota bursa (AB) terhadap program LP saham menunjukkan perkembangan yang positif.
Hingga saat ini, terdapat dua sekuritas yang telah melakukan kuotasi LP saham, yaitu PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas sejak 4 Mei 2026.
"Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP saham, sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di bursa," ujar Jeffrey.
Ke depan, pihaknya berharap jumlah AB yang bergabung dalam program ini dapat terus bertambah, seiring meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan terkait skema LP saham.
Adapun, pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas dilakukan terhadap lima saham, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), serta PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Pada periode satu pekan sebelum dan sesudah implementasi, BEI mencatat sejumlah saham tersebut menunjukkan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian, dengan persentase kenaikan berkisar antara 25,98 persen hingga 119,44 persen.
"Kami melihat bahwa kegiatan LP saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," ujar Jeffrey (end)