16925506
IQPlus, (19/6) - - PT Blue Bird Tbk (BIRD), perusahaan mobilitas terintegrasi di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan membukukan pendapatan tertinggi sejak penawaran saham perdana (IPO). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (18/6), Perseroan juga menetapkan dividen tunai sebesar Rp166 per saham sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.
RUPST dipimpin oleh Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk, Bayu Djokosoetono. "Dewan Komisaris melihat Perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang. Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Bluebird untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Bayu.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan, "Pencapaian tahun 2025 menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang."
Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi pendapatan tertinggi sejak IPO. EBITDA tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 13%, sementara laba tahun berjalan meningkat 9% menjadi Rp643 miliar. Perseroan juga memperkuat kapasitas operasional dengan mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, serta kehadiran layanan di 22 kota di Indonesia. Alokasi Laba Tahun Buku 2025
RUPST Bluebird menyetujui pembagian dividen sebesar 65,3% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Perseroan tahun buku 2025. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 30 Juni 2026, dengan pembayaran yang akan dilakukan pada 10 Juli 2026. Dividen tersebut mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan nilai kepada pemegang saham dengan tetap menjaga kebutuhan investasi dan penguatan struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan.
Bluebird terus melanjutkan strategi transformasi berbasis 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) sebagai fondasi pengembangan ekosistem Mobility as a Service (MaaS). Di antaranya melalui:
- Pengoperasian armada taksi Bluebird di Solo, peluncuran layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta kolaborasi penyediaan layanan transportasi publik sektor bus di Jakarta untuk memperluas portofolio layanan.
-Penguatan aplikasi MyBluebird, termasuk pengembangan fitur Fixed Price yang memberikan kepastian tarif bagi pelanggan.
-Integrasi pembayaran digital dengan OVO pengembangan e-voucher untuk pelanggan korporasi.
Perseroan juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas operasional. Penggunaan AI-generated heat map dan optimalisasi dynamic fixed price membantu pengelolaan distribusi armada secara lebih efektif berdasarkan pola permintaan pelanggan secara real-time.
RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Bayu Priawan Djokosoetono sebagai Komisaris Utama, Noni Sri Ayati Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama, Sri Adriyani Lestari sebagai Komisaris, Kresna Priawan Djokosoetono sebagai Komisaris, Adrianto Djokosoetono sebagai Direktur Utama, Sigit Priawan Djokosoetono sebagai Wakil Direktur Utama, dan Irawaty Salim sebagai Direktur untuk masa jabatan hingga ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2029. "Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan fondasi yang semakin kuat dan portofolio layanan yang semakin beragam, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara sehat, terukur, dan berkelanjutan," tutup Andre. (end)