17230061
IQPlus, (22/6) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Program Desa Sehat Bebas Stunting di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Program ini difokuskan pada empat desa, yaitu Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program BNI Berbagi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Pangalengan serta Puskesmas Sukamanah.
Dalam pelaksanaannya, BNI memberikan dukungan berupa bantuan gizi dan edukasi kesehatan kepada kelompok yang rentan, mulai dari anak-anak yang berisiko mengalami stunting, ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), hingga remaja putri.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa Program Desa Sehat Bebas Stunting menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai intervensi di bidang kesehatan dan gizi masyarakat.
"Program Desa Sehat Bebas Stunting ini merupakan wujud kontribusi BNI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Program ini menjadi bagian dari komitmen BNI untuk hadir memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Sebagai bagian dari implementasi program, BNI menyalurkan Paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan kepada 65 anak yang masuk kategori berisiko stunting.
Bantuan tersebut diberikan selama 52 hari berturut-turut. Selain itu, perusahaan juga menyediakan Paket Nutrisi untuk 12 ibu hamil dengan kondisi KEK yang disalurkan selama 60 hari secara berkesinambungan.
Tidak hanya menyasar anak-anak dan ibu hamil, program ini juga memberikan dukungan kepada 50 remaja putri melalui penyaluran nutrisi serta tablet tambah darah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Keseluruhan program akan berlangsung selama tiga bulan dengan pendampingan dan evaluasi berkala guna memastikan manfaat yang diberikan berjalan efektif.
Menurut Okki, penanganan stunting merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan nasional.
Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin karena stunting dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta memengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. (end)