BRMS SAMPAIKAN PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENJUALAN EMASNYA PADA Q3 2026

  • Info Pasar & Berita
  • 29 Okt 2026

30130142

IQPlus, (29/10) - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) hari ini menyampaikan kinerja keuangan dan produksinya pada Q3 2026. BRMS membukukan kenaikan Produksi, Pendapatan, Laba Operasi, dan Laba Bersih yang cukup signifikan dari kinerjanya di kuartal sebelumnya.

Dalam siaran pers (28/10) disebutkan Perusahaan juga telah berhasil membalikkan rugi bersihnya di Q2 2026 menjadi laba bersih di Q3 2026. Berikut adalah rangkuman atas kinerja keuangan & operasional BRMS disepanjang Q3 2026.

1. Perusahaan telah menyelesaikan kegiatan pushback nya di lokasi tambang emas terbuka River Reef (Poboya, Palu) pada Juli 2026 lalu. Oleh karenanya, BRMS telah mulai menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi sejak akhir Juli 2026 lalu. Rata-rata kadar emas dari bijih yang diproses di Q3 2026 (1,9 g/t) lebih tinggi dari kadar emas dari bijih yang diproses di Q2 2026 (0,9 g/t).

2. Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menandatangani perjanjian untuk menjual sebagian besar produksi emasnya kepada beberapa pihak pembeli dengan harga yang cukup kompetitif. Perusahaan berharap untuk dapat menjual hampir seluruh produksi emasnya di 2H 2026.

Quarter Result Q3 2026

FINANCIAL
Revenue $ 71,790,499
Operating Profit $ 20,057,105
Net Profit $ 11,009,271

PRODUCTION Q3 2026
Gold Output Sold 16,748 Oz 521 kg
Silver Output Sold 47,588 Oz 1.480 kg
Average Gold Sale Price $ 4,128 /Oz
Average Silver Sale Price $ 55.76/oz
Gold Grade Ore Processed 1.94 g/t
Silver Grade Ore Processed 6.48 g/t

3. Panjang terowongan bawah tanah di lokasi tambang emas River Reef (Poboya, Palu) kini telah mencapai lebih dari 975 meter dari pintu masuk di mulut tambang (portal).

Sebagai rangkuman, CPM, berharap untuk dapat mulai menambang bijih berkadar tinggi (kadar emas diatas 3,2 g/t) dari tambang emas bawah tanahnya di pertengahan tahun 2027. Selain itu, peningkatan kapasitas pabrik emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari diharapkan dapat selesai di awal tahun 2027.

4. Anak usaha BRMS, PT Gorontalo Minerals (GM) saat ini tengah mengoperasikan 4 unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang tembaga Cabang Kiri East, Gorontalo. Tahun depan, GM berencana untuk mengoperasikan 7 alat pengeboran di 3 lokasi tambang tembaga di Gorontalo. GM akan menyampaikan hasil pengeborannya dalam bentuk sumberdaya mineral Tembaga di semester kedua tahun 2027.

Agus Projosasmito, Direktur Utama & Chief Executive Officer BRMS, menjelaskan, "Kami cukup puas dengan pencapaian Perusahaan di Q3 2026. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang mempengaruhi industri domestik dan pasar modal nasional, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat. Kegiatan pushback di Poboya, Palu telah diselesaikan dengan baik di Juli 2026 lalu.

Oleh karenanya produksi emas dari lokasi tambang terbuka diharapkan dapat meningkat pada 2H 2026. Selanjutnya, rencana penambangan bijih berkadar tinggi dari tambang emas bawah tanah akan memungkinkan kami untuk dapat terus meningkatkan produksi emas di tahun 2027 dan 2028". (end)


Kembali ke Blog