21028576
IQPlus, (30/7) - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE), salah satu pengembang kota mandiri terkemuka di Indonesia dengan proyek unggulan BSD City, membukukan prapenjualan sebesar Rp5,12 triliun pada semester pertama tahun 2026. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 51% dari target prapenjualan tahun 2026 yang sebesar Rp10 triliun atau meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,08 triliun.
Di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh dinamika suku bunga, BSDE mampu mempertahankan pertumbuhan prapenjualan melalui strategi peluncuran produk yang selektif, portofolio produk yang beragam, serta kekuatan township yang telah berkembang secara matang.
Kontribusi terbesar berasal dari segmen residensial sebesar Rp2,44 triliun atau sekitar 48% dari total prapenjualan semester pertama 2026. Sementara itu, segmen komersial, yang meliputi commercial lot, apartemen dan ruko, membukukan hasil sebesar Rp2,32 triliun atau sekitar 45% dari total prapenjualan semester pertama 2026.
Adapun segmen lain-lain memberikan kontribusi sebesar Rp364 miliar atau sekitar 7% terhadap total prapenjualan semester pertama 2026.
Secara kuartalan, kinerja prapenjualan pada Kuartal II-2026 mencapai Rp2,58 triliun, meningkat sekitar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan BSDE tetap ditopang oleh penjualan produk residensial maupun komersial.
Kawasan BSD City kembali menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang sekitar 66% terhadap total prapenjualan selama semester pertama tahun 2026.
Kontribusi tersebut terutama berasal dari proyek-proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya dan Izzi. Sementara itu, proyek Dovia di Grand Wisata Bekasi, Orlens di Kota Wisata Cibubur, serta El Como di Grand City Balikpapan juga mencatatkan prapenjualan yang positif.
Kinerja BSD City didukung oleh semakin matangnya pengembangan kawasan terpadu dengan fasilitas pendidikan, pusat bisnis, pusat gaya hidup, serta infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang.
Kelengkapan tersebut memperkuat daya tarik BSD City sebagai kawasan hunian dan aktivitas ekonomi sehingga mampu mempertahankan permintaan di tengah dinamika pasar properti.
Selain segmen residensial, produk komersial juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja prapenjualan BSDE. Penjualan ruko mencapai sekitar Rp1,28 triliun, diikuti commercial lot sebesar Rp789 miliar dan apartemen sebesar Rp247 miliar.
Penjualan tersebut terutama berasal dari proyek Nava Park Business Suites, Blueprint Design & Community Center, Delrey, West Village 2 yang semuanya berada dalam kawasan BSD City. Sementara itu, prapenjualan apartemen berasal dari proyek Aerium, The Elements, Southgate yang berlokasi di Jakarta, serta Akasa dan Upper West yang berlokasi di BSD City.
Berkembangnya aktivitas bisnis, ekonomi dan gaya hidup di berbagai township BSDE turut mendorong permintaan terhadap produk komersial. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan terpadu yang dilakukan BSDE tidak hanya meningkatkan kebutuhan akan hunian, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi yang memperkuat permintaan terhadap ruang usaha dan produk komersial.
"Pencapaian prapenjualan pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fundamental bisnis BSDE tetap kuat di tengah tantangan suku bunga. Hingga semester pertama tahun ini, BSDE telah mencapai sekitar 51% dari target prapenjualan tahun 2026. Kinerja tersebut didukung oleh kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk serta kekuatan BSD City sebagai kawasan terpadu dengan ekosistem, fasilitas, infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang,"ujar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE. (end)