15925312
IQPlus, (9/6) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengucurkan Rp53,6 miliar Kredit Program Perumahan (KPP) hingga Maret 2026 di Bali guna mendukung target pemerintah mempercepat penyediaan tiga juta rumah secara nasional.
"Program itu sudah diserap 179 debitur KPP," kata Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan di Denpasar, Bali, Senin.
Program KPP yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025 itu disalurkan dalam dua skema yaitu penyediaan rumah dengan sasaran pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi, dan pedagang bahan bangunan.
Plafon kredit yang disediakan Rp500 juta hingga Rp5 miliar dengan suku bunga 5,99 persen.
Kredit itu dapat digunakan debitur untuk pengadaan tanah, membeli bahan bangunan dan pengadaan barang/jasa.
Skema kedua yaitu pelaku UMKM perorangan dengan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan dengan plafon Rp10 juta hingga Rp500 juta.
Suku bunga yang diberikan mencapai 6 persen selama lima tahun untuk renovasi, pembangunan atau pembelian rumah.
Ia berharap dinamika global tidak berdampak signifikan terhadap KPP karena sebagian besar komponen masih bisa dipenuhi dari dalam negeri.
Meski begitu, ia mengakui beberapa komponen industri konstruksi perumahan seperti besi dan baja terdampak.
"Kami berharap program tiga juta rumah bisa terserap karena rate tidak berubah, angsuran terjangkau dan harga ditentukan pemerintah sehingga pengembang tidak bisa menaikkan harga rumah semaunya juga," imbuhnya. (end)