CEO NVIDIA GABUNG DALAM PERJALANAN TRUMP KE CHINA

  • Info Pasar & Berita
  • 13 Mei 2026

13234115

IQPlus, (13/5) - CEO Nvidia, Jensen Huang, bergabung dengan lebih dari selusin CEO AS dalam kunjungan Presiden Donald Trump ke China minggu ini.

Trump menghubungi Huang secara mendadak pada hari Selasa (12 Mei) setelah melihat pemberitaan media bahwa ia tidak diundang, menurut sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut. Huang terlihat oleh wartawan Gedung Putih menaiki Air Force One di Alaska, bergabung dengan Trump dalam penerbangannya ke China.

Huang tidak muncul dalam daftar awal eksekutif yang diberikan oleh Gedung Putih awal minggu ini, yang mencakup CEO Tesla, Elon Musk, dan Tim Cook dari Apple.

"Jensen menghadiri KTT atas undangan Presiden Trump untuk mendukung Amerika dan tujuan pemerintahan," kata juru bicara Nvidia.

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan jadwal Huang telah berubah dan hal itu memungkinkan dia untuk datang.

Banyak perusahaan yang bergabung dengan Trump menghadapi hambatan regulasi atau akses pasar yang signifikan di Tiongkok, dan memandang KTT tersebut sebagai pembukaan politik yang dapat membantu mempercepat diskusi regulasi yang sudah berlangsung di Tiongkok, menurut sumber yang sebelumnya mengatakan kepada Reuters.

Chip H200 Nvidia yang canggih belum dijual ke China, kata Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick bulan lalu, dengan alasan kesulitan mendapatkan izin dari pemerintah China.

Penambahan Huang di menit-menit terakhir dalam perjalanan tersebut menunjukkan bahwa H200 mungkin akan masuk dalam agenda KTT.

Pemerintahan Trump pada Januari lalu secara resmi memberikan lampu hijau untuk penjualan chip H200 Nvidia ke China dengan beberapa syarat. Penjualan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan kelompok garis keras China di Washington yang takut Beijing akan memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kemampuan militernya.

Pengiriman chip tersebut terhambat oleh perselisihan mengenai persyaratan penjualan baik di China maupun di AS, menurut beberapa sumber. (end/Reuters)

Kembali ke Blog