CORE : TEKANAN RUPIAH-KOORDINASI KEBIJAKAN JADI TANTANGAN DEPUTI GUBERNUR BI

  • Info Pasar & Berita
  • 27 Jan 2026

02636769

IQPlus, (27/1) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan tantangan yang dihadapi Deputi Gubernur BI terpilih Thomas Djiwandono tidak ringan yakni untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperkuat koordinasi kebijakan moneter-fiskal.

"Salah satu persoalan paling nyata saat ini adalah pelemahan nilai tukar rupiah," ungkapnya kepada ANTARA dikutip di Jakarta, Selasa.

Namun, lanjut dia, pelemahan rupiah tersebut tak berdiri sendiri, melainkan hasil dari kombinasi berbagai faktor. Beberapa di antaranya ialah peningkatan tensi geopolitik global pada awal tahun sehingga mendorong ketidakpastian pasar, serta persoalan struktural di dalam negeri yang memicu keluarnya aliran modal.

Tantangan penting lainnya ialah penguatan kolaborasi kebijakan moneter dan fiskal. Sinkronisasi kedua instrumen ini dinilai bukan perkara mudah karena saling melengkapi, tetapi juga berpotensi saling mendominasi jika tak dikelola dengan baik.

Karena itu, diperlukan keseimbangan yang tepat agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan harmonis, saling mendukung stabilitas ekonomi, serta tak menimbulkan distorsi kebijakan.

"Dengan demikian, tugas Deputi Gubernur tidak hanya berfokus pada stabilisasi nilai tukar, tetapi juga memastikan terbangunnya koordinasi kebijakan yang solid bersama Dewan Gubernur. Upaya ini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar, memperkuat fundamental ekonomi, serta menciptakan stabilitas makroekonomi yang berkelanjutan," ujar Yusuf. (end/ant)

Kembali ke Blog