02737741
IQPlus, (28/1) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong integrasi rantai pasok dalam negeri, pengembangan ekosistem industri nasional yang terhubung dari hulu ke hilir, dan peningkatan investasi manufaktur domestik, guna mengatasi gejala deindustrialisasi yang kini tengah terjadi.
Dia pun menjelaskan bahwa fenomena deindustrialisasi ini ditandai dengan penurunan pertumbuhan industri, PHK serta ketergantungan impor, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Deindustrialisasi dini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang karena produktivitas sektor jasa lebih rendah dibandingkan manufaktur.
"Pertumbuhan ekonomi setiap negara sangat dipengaruhi dari pertumbuhan industri yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas," kata Chusnunia di Jakarta, Rabu.
Meskipun terjadi perkembangan di sektor ekonomi gig, menurut dia, hal tersebut hanya memberikan solusi jangka pendek terhadap pengangguran, ia tidak bisa menjadi solusi utama untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dia mengatakan gejala deindustrialisasi ini sendiri diakibatkan kurangnya investasi teknologi, infrastruktur kurang memadai, biaya logistik tinggi, produktivitas tenaga kerja rendah, serta ketergantungan pada ekspor bahan mentah. (end/ant)