07549200
IQPlus, (17/3) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan PLTA Saguling, Bandung Barat, Jawa Barat, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya untuk menjaga keandalan dan pasokan listrik di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kalau kita lihat dari kesiapan potensi gangguan ke depan, justru ini sangat minimal," kata Yuliot dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Yuliot, yang meninjau langsung kesiapan operasional PLTA Saguling di Bandung Barat, mengatakan pemerintah memastikan kondisi sistem kelistrikan nasional, khususnya di Jamali, berada dalam keadaan aman dengan cadangan daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Untuk pasokan ketenagalistrikan ini, kita ingin melihat kesiapan secara keseluruhan dari PLTA Saguling dalam memasok sistem kelistrikan Jawa-Bali," ujar Yuliot, yang didampingi pimpinan PT PLN (Persero).
PLTA Saguling, yang memanfaatkan aliran Sungai Citarum, berperan penting dalam sistem ketenagalistrikan nasional, khusunya Jawa-Bali.
Selain mendukung beban puncak di sistem Jawa-Bali, pembangkit berkapasitas 4x175,18 MW ini juga berfungsi sebagai pengatur frekuensi sistem dengan menerapkan load frequency control (LFC).
Pada periode siaga Ramadhan dan Idul Fitri (12-31 Maret 2026), proyeksi menunjukkan beban puncak sebesar 47.198 MW, sementara daya mampu pasok mencapai 51.608 MW atau tersisa cadangan total 4.410 MW.
"Dengan ketersediaan pasokan dan kebutuhan yang masih tersisa cadangan sebesar 9,3 persen atau 4.401 MW itu, maka dapat dipastikan cadangannya cukup andal," ujar Yuliot.
Adapun pada 21 Maret 2026 atau saat Hari Raya Idul Fitri, Posko Nasional memproyeksikan beban puncak sebesar 35.017 MW dan daya mampu pasok 51.967 MW, sehingga cadangan total mencapai 16.950 MW (48,4 persen).
Proyeksi ini menunjukkan, meskipun beban puncak pada hari H Lebaran naik 5,46 persen dibanding 2025, namun beban tersebut tetap lebih rendah 29 persen dibanding hari normal. (end/ant)