15529724
IQPlus, (5/6) - Harga emas sedikit berubah karena ketidakpastian masih berlanjut mengenai kemajuan pembicaraan AS-Iran untuk mengakhiri perang yang telah mengguncang pasar global.
Emas batangan diperdagangkan mendekati US$4.470 per ons pada hari Jumat (5 Juni), setelah naik hampir 1 persen pada sesi sebelumnya. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi perdamaian berada pada tahap "akhir", sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa "belum ada kemajuan nyata yang dicapai".
Sementara itu, Hizbullah yang didukung Teheran menolak gencatan senjata yang dimediasi Washington antara Israel dan Lebanon, menimbulkan keraguan atas upaya Trump untuk mengakhiri permusuhan regional. Pekan ini telah menyaksikan bentrokan paling serius di Timur Tengah sejak gencatan senjata disepakati pada awal April.
Gangguan berkepanjangan akibat perang terhadap aliran energi melalui Selat Hormuz telah mendorong harga minyak lebih tinggi dan menimbulkan kekhawatiran seputar inflasi global, membuat bank sentral lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan menaikkannya, yang merupakan hambatan bagi logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Emas telah kehilangan sekitar 15 persen sejak awal konflik pada akhir Februari dan telah diperdagangkan dalam kisaran sempit dalam beberapa minggu terakhir.
Harga emas spot turun tipis 0,1 persen menjadi US$4.470,10 per ons pada pukul 07.04 waktu Singapura. Perak naik 0,1 persen menjadi US$73,95 per ons. Platinum turun sedikit, sementara paladium naik tipis. Indeks Spot Dolar Bloomberg datar setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan penurunan 0,1 persen. (end/Bloomberg)