09026151
IQPlus, (1/4) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan laba bersih sebesar 142,8 juta dolar AS atau sekitar Rp2,43 triliun pada 2025, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 123,7 juta dolar AS atau Rp2,1 triliun.
"Untuk net income, alhamdulillah dibandingkan 2023 net income kami hanya 57 juta dolar AS, 2024 naik ke 123,7 juta dolar AS, kemudian 2025 naik 15 persen menjadi 142 juta dolar AS," ujar Direktur Utama Inalum Melati Sarnita dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan kenaikan ini utamanya dipengaruhi oleh pencapaian kinerja produksi dan penjualan yang sangat baik, optimalisasi dan efisiensi proses bisnis serta didukung oleh harga jual yang lebih tinggi.
Dari sisi produksi, Melati menyampaikan Inalum mencatat kenaikan. Pada 2023 produksi aluminium berada di 215.130 ton, kemudian melonjak menjadi 274.230 ton di 2024 atau naik 27 persen, dan kembali meningkat menjadi 280.082 ton di 2025, atau 2 persen di atas kapasitas terpasang.
Penjualan juga menunjukkan tren positif, dari 220.126 ton pada 2023 menjadi 276.381 ton pada 2024 atau naik 26 persen, lalu mencapai 280.141 ton pada 2025 dengan kenaikan 1 persen.
Komposisi produk pada 2025 masih didominasi aluminium ingot G1 sebanyak 213.004 ton, disusul billet 16.044 ton, alloy 18.581 ton, molten 6.075 ton, ingot S1B 23.664 ton, dan ingot S2 2.830 ton.
Ia menambahkan kinerja keuangan konsolidasi juga menunjukkan tren positif. Pendapatan perusahaan naik dari 544,8 juta dolar AS pada 2023 menjadi 716,9 juta dolar AS pada 2024, dan meningkat 10 persen menjadi 785,7 juta dolar AS pada 2025.
EBITDA atau Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization melonjak 121 persen pada 2023-2024, lalu kembali naik 60 persen pada 2025 menjadi 208,7 juta dolar AS. (end/ant)