23553287
IQPlus, (24/8) - Saham-saham Australia menguat pada hari Senin (24/8) dalam sesi perdagangan terkuatnya dalam hampir tiga minggu, didorong oleh lonjakan saham perusahaan tambang raksasa akibat kenaikan harga bijih besi yang membawa BHP Group ke rekor tertinggi sehingga mampu mengimbangi pelemahan saham sektor keuangan.
Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,5 persen menjadi 9.103,10 poin, mencatatkan kenaikan terbesar sejak 5 Agustus. Sebelumnya pada sesi tersebut, indeks sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 Agustus.
Pekan lalu, indeks acuan ini sempat turun 0,6 persen. Perusahaan tambang terbuka terbesar di dunia, BHP, ditutup naik 3 persen di level A$67,12 yang merupakan rekor harga penutupan sepekan setelah perusahaan tersebut mencatatkan laba tahunan yang melampaui perkiraan.
Kenaikan harga bijih besi turut mendorong penguatan sub-indeks tersebut.
Saham-saham sektor emas menguat 1,7 persen seiring dengan pelemahan nilai tukar dolar yang memberikan dukungan bagi harga emas batangan; saham Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing mencatat kenaikan sebesar 2,5 persen dan 1,8 persen.
Membatasi kenaikan pasar, sektor keuangan turun 0,7 persen ke level penutupan terendah sejak 12 Juni. Seluruh bank "empat besar" mencatat penurunan antara 0,3 persen hingga 0,7 persen.
"Sektor perbankan kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan (dalam waktu dekat) sampai ada tanda-tanda yang lebih jelas bahwa pelemahan di sektor perumahan dan kredit pemilikan rumah (KPR) mulai stabil," tambah Waterer.
Di sisi lain, saham sektor teknologi naik 1 persen, sementara saham sektor kesehatan menguat 0,6 persen.
Pasar juga menantikan data inflasi bulanan yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai langkah kebijakan Reserve Bank of Australia berikutnya.
Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 turun 0,7 persen ke level 13.881,88 poin; ini merupakan penurunan terbesar sejak 17 Agustus. (end/Reuters)