23724589
IQPlus, (26/8) - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada hari Selasa (25 Agustus), seiring pemulihan saham-saham teknologi dari aksi jual menjelang rilis kinerja keuangan raksasa AI, Nvidia, sementara investor merasa sedikit lega dengan penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi.
Kenaikan ini dapat meredakan kekhawatiran investor yang dipicu oleh gejolak pasar obligasi baru-baru ini yang sempat mendongkrak imbal hasil dan menekan pasar saham. Hal ini juga dapat menjadi penentu arah bagi bulan September, yang secara historis merupakan bulan dengan kinerja pasar saham yang cenderung lebih lemah.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor panjang turun pada hari Selasa seiring merosotnya harga minyak ke level terendah dalam satu minggu, serta berlanjutnya penilaian para pelaku pasar terhadap dampak keputusan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memperluas program pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah.
"Ada banyak faktor yang saling tarik-menarik di pasar obligasi, geopolitik, dan minyak," ujar Joe Quinlan, kepala strategi pasar untuk Merrill dan Bank of America Private Bank.
"Namun, kami memiliki pandangan yang cukup positif terhadap prospek ekonomi AS untuk 12 hingga 18 bulan ke depan; oleh karena itu, kami juga bersikap positif terhadap pasar."
Hasil kinerja Nvidia pada hari Rabu akan menjadi ujian berikutnya bagi reli pasar yang didorong oleh laporan laba perusahaan. Setiap tanda perlambatan pertumbuhan dapat memicu kembali kekhawatiran mengenai valuasi yang sudah tinggi serta seberapa lama lonjakan sektor AI dapat menopang valuasi tersebut.
Dow Jones Industrial Average naik 160,24 poin, atau 0,30 persen, menjadi 53.577,40; S&P 500 naik 24,38 poin, atau 0,32 persen, menjadi 7.677,24; dan Nasdaq Composite naik 171,11 poin, atau 0,66 persen, menjadi 26.151,30. (end/Reuters)