21026170
IQPlus, (30/7) - Pemerintah Indonesia dan China siap untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang perumahan antara lain mengenai transfer teknologi, serta diskusi soal pembiayaan dan lahan..
Hal tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan dan Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok Ni Hong di Jakarta, Rabu.
"Kami membicarakan pengalaman masing-masing, baik di Indonesia maupun di Tiongkok, (mengenai) bagaimana menangani (masalah di sektor) perumahan, bagaimana menangani backlog perumahan bagi rakyat yang belum memiliki rumah, dan juga bagaimana menangani backlog bagi rakyat yang sudah punya rumah tapi tidak layak huni," kata Menteri PKP Maruarar.
Ia mengatakan, backlog kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama. Secara nasional, kepemilikan rumah yang backlog mencapai 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.
"Kita juga bertukar pikiran soal bagaimana soal lahan, bagaimana soal pembiayaan, soal teknologi. Terakhir kita sepakati akan ada tindak lanjut kita akan fokus di perumahan masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah," ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan diskusi yang berlangsung selama tiga jam itu juga membahas program-program strategis bidang perumahan di kedua negara.
Ara menggarisbawahi penyediaan lahan untuk perumahan yang efektif di perkotaan, hingga pembangunan rumah subsidi yang menekankan aspek hijau dan keberlanjutan.
"Khusus untuk rumah subsidi, satu rumah harus ada satu pohon untuk penghijauan," kata dia.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan dan Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok Ni Hong mengatakan diskusi di bidang perumahan dengan Indonesia berjalan terbuka dan penting.
"Kami juga berkenan di bawah arahan (pemerintah Indonesia dan China), kedua negara bisa menciptakan bidang kerja sama yang baru di dalam bidang perumahan. Ini karena Indonesia merupakan mitra perdagangan yang utama, sehingga kerja sama di bidang perumahan diharapkan bisa meningkat ke tahap yang lebih tinggi," kata Menteri Ni Hong.
Selain itu, China juga akan mendorong dunia usaha di Negeri Tirai Bambu untuk turut andil dalam pengembangan kerja sama di bidang perumahan, agar memiliki kualitas yang baik.
"Kondisi di tiap negara memang berbeda, sehingga tantangan yang dialami dan dihadapi juga akan berbeda. Tapi kami berkenan untuk saling belajar dan mencari solusi bersama," kata Menteri Ni Hong.
"Setelah pertemuan antara kedua negara ini, kita pasti bisa menciptakan lebih banyak semangat pada persahabatan yang akrab," ujarnya menambahkan. (end)