INFLASI INTI SINGAPURA TURUN JADI 1,4 PERSEN PADA BULAN APRIL

  • Info Pasar & Berita
  • 25 Mei 2026

14443925

IQPlu,s (25/5) - Inflasi inti Republik Singapura turun menjadi 1,4 persen pada bulan April dari 1,7 persen pada bulan Maret, bertentangan dengan ekspektasi para ekonom.

Para ekonom sektor swasta memperkirakan tingkat inflasi inti, yang tidak termasuk akomodasi dan transportasi pribadi, akan naik menjadi 1,8 persen, menurut jajak pendapat Bloomberg.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (25 Mei) bahwa hal ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan inflasi jasa serta inflasi ritel dan barang lainnya.

Sementara itu, inflasi utama tetap stabil di angka 1,8 persen pada bulan April, karena inflasi transportasi swasta dan akomodasi yang lebih tinggi diimbangi oleh inflasi inti yang lebih rendah.

Angka tersebut juga berada di bawah ekspektasi ekonom sebesar 2,1 persen.

Secara bulanan, indeks harga konsumen inti naik tipis sebesar 0,2 persen, sedangkan CPI semua barang turun sebesar 0,3 persen.

MTI dan MAS menyesuaikan kisaran perkiraan inflasi inti dan inflasi utama untuk tahun 2026 menjadi 1,5 hingga 2,5 persen, naik dari 1 hingga 2 persen sebelumnya.

Mereka mengatakan risiko terhadap prospek inflasi tetap condong ke atas, karena gangguan yang lebih berkelanjutan terhadap pasokan energi global atau kekurangan input perantara utama dalam rantai pasokan regional dapat semakin meningkatkan biaya impor bagi Singapura.

Namun, MTI dan MAS menambahkan bahwa risiko penurunan juga ada.

"Pengurangan produksi industri akibat gangguan rantai pasokan atau pengetatan mendadak dalam kondisi keuangan global dapat menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi dan dengan demikian menurunkan inflasi," kata mereka. (end/bussinesstimes.com)

Kembali ke Blog