INOVASI "LEAN CONSTRUCTION" PROYEK PTPP JADI REFERENSI INTERNASIONAL

  • Info Pasar & Berita
  • 13 Jul 2026

19325331

IQPlus, (13/7) - Badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mempresentasikan studi implementasi metode Lean Construction pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro (Undip) dalam konferensi International Group for Lean Construction ke-34 (IGLC34) di Singapura sebagai referensi pengembangan praktik konstruksi yang lebih efisien.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan partisipasi perusahaan dalam forum yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS) tersebut merupakan wujud komitmen mendorong transformasi industri konstruksi melalui penerapan Lean Construction.

"Implementasi Lean Construction melalui metode Takt Planning and Control pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa pengalaman dan praktik terbaik yang dikembangkan PTPP mampu meningkatkan produktivitas proyek sekaligus menjadi referensi yang relevan dalam forum internasional," kata Joko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

IGLC34 merupakan forum internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelaku industri konstruksi dari berbagai negara untuk membahas pengembangan praktik konstruksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, PTPP mempresentasikan studi implementasi metode Takt Planning and Control, yakni pendekatan perencanaan dan pengendalian pekerjaan yang mengatur ritme pelaksanaan proyek agar lebih terukur, pada Proyek Twin Tower Undip.

Metode tersebut merupakan bagian dari Lean Construction, yaitu pendekatan manajemen konstruksi yang berfokus pada peningkatan efisiensi dengan mengurangi pemborosan, menstabilkan alur kerja (workflow), dan meningkatkan produktivitas proyek melalui sistem kerja berbasis ritme.

Melalui pendekatan action research, yakni metode yang menggabungkan penerapan langsung di lapangan dengan evaluasi secara berkelanjutan, studi tersebut membedakan peningkatan kinerja yang dihasilkan pada tahap perencanaan dengan peningkatan tambahan yang muncul selama pelaksanaan melalui penerapan takt planning dan takt control.

Hasil implementasi menunjukkan takt planning, atau perencanaan pekerjaan berdasarkan ritme pelaksanaan yang terstruktur, mampu memperpendek durasi rencana proyek sekaligus menciptakan alur kerja yang lebih stabil sejak awal pelaksanaan.

Sementara itu, takt control, yaitu mekanisme pengendalian pelaksanaan proyek agar tetap sesuai rencana, memberikan ruang pembelajaran melalui identifikasi penyimpangan antara rencana dan realisasi produksi sehingga tindakan korektif dapat dilakukan secara cepat dan spesifik pada setiap zona pekerjaan untuk meningkatkan kinerja proyek secara berkelanjutan.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa penurunan kinerja pada tahap awal merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam penerapan sistem produksi berbasis takt.

Pembelajaran dari implementasi pada pembangunan menara pertama, kemudian diterapkan pada pembangunan menara kedua, sehingga menghasilkan alur kerja yang lebih efektif dan kinerja proyek yang lebih baik secara keseluruhan.

Menurut Joko, keikutsertaan PTPP dalam IGLC34 menunjukkan inovasi yang dikembangkan perusahaan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan industri konstruksi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga pada forum internasional. (end)

Kembali ke Blog