17324462
IQPlus, (23/6) - Perusahaan penyedia alat berat, konstruksi, dan infrastruktur PT Intraco Penta Tbk (INTA) mencatat penurunan rugi bersih tahun berjalan menjadi Rp81,09 miliar pada 2025 dari Rp117,84 miliar pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan perseroan terus memperkuat transformasi bisnis dan disiplin pengelolaan risiko guna menjaga kinerja yang sehat di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri.
"Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menjalankan strategi bisnis yang pruden, adaptif, dan berorientasi jangka panjang," kata Petrus dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.
Perseroan mencatat pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp966,92 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp954,68 miliar.
Petrus mengatakan perbaikan kinerja tersebut mencerminkan efektivitas langkah transformasi yang dijalankan perseroan, termasuk perbaikan kinerja operasional, penguatan tata kelola, optimalisasi portofolio bisnis, serta fokus pada segmen usaha berprospek jangka panjang.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan.
Agenda tersebut mencakup pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta perubahan Anggaran Dasar terkait penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Menyikapi 2026, perseroan menyatakan berfokus pada penguatan fundamental usaha, percepatan pelunasan utang, perbaikan struktur permodalan, serta penurunan tekanan beban keuangan.
Perseroan juga akan memperkuat segmen pelanggan utama melalui pendekatan key account dan project-based sales untuk meningkatkan kontribusi penjualan dari pelanggan strategis.
Pada lini usaha rental, INTA terus mendorong bisnis rental alat berat sebagai pilar pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan melalui anak usaha.
Dari sisi investasi, perseroan menyebut akan menerapkan kebijakan belanja modal secara selektif dengan mengalokasikan belanja modal hanya pada aset yang mendukung strategi bisnis inti dan memberikan nilai tambah optimal.
"Kami harap langkah-langkah yang sudah dipersiapkan tersebut dapat semakin memperkuat daya saing perseroan, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan," ujar Petrus. (end/ant)