14852788
IQPlus, (29/5) - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mengakui kondisi ekonomi global masih menjadi tantangan utama bagi perseroan pada 2026. Ketidakpastian geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah, dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga energi, inflasi, hingga biaya bahan baku yang dapat memengaruhi kinerja industri.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan dampak geopolitik global menjadi perhatian serius perseroan karena dapat memicu kenaikan harga bahan bakar dan meningkatkan biaya produksi.
"Tantangan terbesar saat ini adalah ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar, inflasi, dan pada akhirnya meningkatkan biaya bahan baku," ujar Allan.
Selain tantangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang terus dipantau perseroan. Hal ini mengingat sebagian bahan baku JTPE masih diperoleh melalui impor.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, perseroan menerapkan strategi lindung nilai (hedging) terhadap kebutuhan impor bahan baku. Selain itu, perusahaan juga memperkuat visibilitas pendapatan melalui kontrak dan tender yang telah diamankan sejak awal tahun.
"Risiko kurs sudah kami antisipasi melalui strategi hedging untuk pembelian bahan baku impor. Dengan langkah tersebut kami yakin target pertumbuhan tahun ini dapat dicapai," kata Allan.
Manajemen menambahkan, segmen identitas diproyeksikan tetap menjadi motor utama pertumbuhan perseroan pada 2026. Perseroan juga terus menjalankan inovasi produk secara berkelanjutan guna mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain utama di industri security printing dan digital security solutions. (end)