Kenali Disposition Effect, Jangan Biarkan Emosi Mengatur Investasimu!

  • Artikel Edukasi
  • 22 Jul 2026

Mengapa banyak investor justru cepat menjual saham yang sedang menghasilkan keuntungan, tetapi enggan melepas saham yang terus merugi? Sekilas terdengar bertolak belakang. Bukankah seharusnya investor mempertahankan saham yang masih memiliki prospek baik dan mengevaluasi kembali saham yang kinerjanya kurang sesuai harapan? Faktanya, keputusan investasi tidak selalu didasarkan pada analisis. Dalam banyak kasus, emosi justru memegang peranan yang lebih besar. Kondisi inilah yang dikenal sebagai Disposition Effect, salah satu bias psikologis yang sering dialami investor tanpa disadari.

Apa Itu Disposition Effect?

Disposition Effect adalah bias psikologis yang membuat seseorang merasa lebih nyaman "mengunci" keuntungan yang sudah terlihat, sementara di sisi lain sulit menerima kenyataan bahwa sebuah investasi mengalami kerugian.

Akibatnya, investor cenderung:

  • Menjual saham yang sudah memberikan keuntungan meskipun prospeknya masih baik.
  • Menahan saham yang terus mengalami penurunan dengan harapan suatu saat akan kembali ke harga beli.

Perilaku ini sering kali lebih dipengaruhi oleh emosi daripada analisis terhadap kondisi perusahaan atau pasar.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Disposition Effect umumnya dipengaruhi oleh emosi. Saat saham untung, kita khawatir keuntungan akan hilang jika harga berbalik turun. Sebaliknya, saat harga saham turun, banyak investor memilih untuk tetap mempertahankannya dengan harapan nilainya akan kembali naik di kemudian hari. Padahal, tidak semua saham yang turun akan kembali naik dalam waktu singkat.

Apa Dampaknya?

Keputusan yang didasarkan pada emosi dapat membuat investor:

  • Menjual saham yang sebenarnya masih memiliki prospek pertumbuhan.
  • Menahan saham yang fundamentalnya sudah tidak lagi menarik.
  • Kehilangan peluang untuk mengoptimalkan portofolio investasi.

Oleh karena itu, setiap keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis terhadap prospek perusahaan dan tujuan investasi yang telah ditetapkan, bukan semata-mata karena posisi saham sedang untung atau rugi.

Cara Menghindari Disposition Effect

Agar keputusan investasi lebih objektif, Sobat Genvest dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Tentukan tujuan investasi sebelum membeli saham.
  • Miliki target keuntungan dan batas risiko yang jelas.
  • Evaluasi kembali prospek perusahaan secara berkala.
  • Jangan biarkan rasa takut atau berharap berlebihan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Dalam investasi, tantangan terbesar sering kali bukan berasal dari pergerakan pasar, melainkan dari kemampuan mengendalikan emosi saat mengambil keputusan. Memahami Disposition Effect dapat membantu Sobat Genvest mengambil keputusan investasi dengan lebih rasional, tanpa terlalu dipengaruhi rasa takut kehilangan keuntungan maupun keengganan untuk menghadapi kerugian.. Sebaliknya, setiap keputusan perlu dilandasi analisis yang matang, tujuan investasi yang jelas, dan disiplin dalam menjalankan strategi.

Yuk, terus tingkatkan pengetahuan dan kemampuan Investasi, Sobat Genvest bisa mengikuti kelas #PastiPahamInvestasi bersama CGS International Sekuritas Indonesia! Dengan edukasi yang tepat dan keputusan yang lebih objektif, Sobat Genvest dapat membangun kebiasaan investasi yang lebih bijak dan siap menghadapi berbagai dinamika pasar modal.

Kembali ke Blog