LOTTE CHEMICAL INDONESIA PRIORITASKAN PASOKAN INDUSTRI HILIR DOMESTIK

  • Info Pasar & Berita
  • 09 Apr 2026

09844278

IQPlus, (9/4) - Perusahaan petrokimia dalam negeri, Lotte Chemical Indonesia (LCI) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan ketersediaan pasokan bagi industri hilir domestik di tengah tekanan rantai pasok global akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, Direktur Management Support LCI Cho, Jin-Woo menyampaikan gangguan di jalur strategis Selat Hormuz telah berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama, seperti nafta dan LPG, yang menjadi penopang industri petrokimia nasional.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, LCI mengambil langkah aktif dengan mencari sumber alternatif guna mengamankan pasokan bahan baku, sekaligus memastikan keberlangsungan produksi dan pemenuhan kebutuhan pelanggan di dalam negeri.

Cho, Jin-Woo menegaskan bahwa perusahaan memprioritaskan alokasi produksi untuk pasar domestik sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas industri hilir nasional.

"Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional," ujar Cho.

Sejalan dengan itu, perusahaan juga melakukan penyesuaian operasional, termasuk menurunkan tingkat produksi akibat perubahan rute pengadaan bahan baku yang terdampak hambatan logistik.

"LCI hingga saat ini masih beroperasi namun dengan menurunkan tingkat produksinya, dikarenakan rute pengadaan bahan baku telah diubah akibat hambatan logistik yang ada. Kami mengevaluasi setiap hari untuk memastikan situasi terkini yang transparan seiring berkembangnya kondisi," lanjut Cho.

Untuk mengatasi tekanan yang terus berkembang, LCI turut mengajukan dukungan strategis kepada pemerintah. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain penyederhanaan regulasi impor bahan baku, penerapan bea masuk nol persen untuk LPG, serta bantuan fiskal sementara guna meredam lonjakan biaya akibat krisis rantai pasok global.

Selain itu, perusahaan juga berharap adanya dukungan dalam membuka jalur aman bagi kapal pengangkut bahan baku yang saat ini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Cho menilai, dukungan tersebut penting tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan operasional saat ini, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan industri domestik ke depan.

"Kami berharap pemerintah dapat membantu memastikan ketersediaan energi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah," tambahnya. (end)

Kembali ke Blog