MENDAG OPTIMISTIS NERACA DAGANG KEMBALI SURPLUS

  • Info Pasar & Berita
  • 10 Jul 2026

19025866

IQPlus, (10/7) - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso optimistis neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Juni 2026 setelah mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei, seiring mulai turunnya harga minyak dunia yang sebelumnya mendorong tingginya impor migas.

"Ya mudah-mudahan bulan depan sudah normal lagi ya, mudah-mudahan karena harga minyak kan sudah mulai turun," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Budi Santoso di Trans Studio Mal Cibubur, Kamis.

Hal ini merespons Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Realisasi tersebut mengakhiri tren surplus perdagangan yang berlangsung sejak Mei 2020.

Menurut Budi, defisit yang terjadi dipicu tingginya harga minyak dunia yang berdampak pada peningkatan nilai impor migas.

Sehingga, lonjakan harga minyak pada Maret hingga April masih memberikan dampak terhadap neraca perdagangan pada Mei 2026.

"Ya kan Maret sampai April harga itu lagi puncak-punvaknya. Jadi sebenarnya karena faktor harga minyak yang sangat tinggi. Karena nonmigas kita kan surplus 2,15 miliar dolar AS. Tapi defisit migas kita kan cukup tinggi 3,7 miliar dolar AS," jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi menyebut secara keseluruhan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia masih berada dalam kondisi yang positif.

Jika dilihat secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar 4,01 miliar dolar Amerika Serikat.

"Jadi hanya bulan Mei saja, tapi Januari-Mei secara kumulatif tetap surplus dan ekspornya tetap naik," ucap Budi. (end)

Kembali ke Blog