12635767
IQPlus, (7/5) - Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak menguat 11 poin atau 0,063 persen menjadi Rp17.361 dolar AS, sama dari penutupan sebelumnya di level Rp17.372 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipicu meredanya ketegangan di Timur Tengah antara AS-Iran seiring juga pemerintah Tiongkok mengumumkan dukungan gencatan senjata.
"Kondisi tersebut mendorong mayoritas mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah," katanya di Jakarta, Kamis.
Mengutip Anadolu, China menyampaikan dukungan kepada Iran di tengah konflik dengan AS, bersamaan dengan Beijing bersiap menyambut kunjungan Presiden AS Donald Trump pada pekan depan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menambahkan bahwa penghentian permusuhan sepenuhnya sangat penting, sementara memulai kembali konflik tidak dapat diterima, dan melanjutkan negosiasi menjadi sangat penting.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran "sangat baik" dalam 24 jam terakhir, dan kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel secara permanen "sangat mungkin tercapai".
Ketika ditanya apakah ada batas waktu tertentu untuk mencapai kesepakatan, Trump menegaskan bahwa "tidak pernah ada tenggat waktu."
"Pemerintah Tiongkok menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata menyeluruh di Timur Tengah, sehingga meningkatkan harapan terhadap kemajuan negosiasi antara AS dan Iran," ujar Josua. (end/ant)