PASAR SAHAM EROPA DIPERKIRAKAN DIBUKA NEGATIF SELASA INI

  • Info Pasar & Berita
  • 12 Mei 2026

13146906

IQPlus, (12/5) - Pasar saham Eropa diperkirakan akan dibuka di wilayah negatif karena prospek penyelesaian cepat perang AS-Iran tampak semakin jauh.

Indeks FTSE 100 Inggris diperkirakan akan dibuka 0,5% lebih rendah, dengan DAX Jerman turun 0,76%, CAC 40 Prancis turun 0,4%, dan FTSE MIB Italia turun 0,56%, menurut data dari IG.

Optimisme atas kesepakatan damai AS-Iran yang akan segera terwujud mendapat pukulan telak pada Senin malam ketika Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata yang sedang berlangsung "dalam kondisi kritis" setelah Teheran mengirimkan balasan yang "tidak dapat diterima" terhadap proposal Washington untuk mengakhiri perang.

Keadaan gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan itu "sangat lemah," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Harga minyak naik sebagai respons terhadap komentar tersebut dan, semalam, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik diperdagangkan di wilayah yang beragam. Sementara itu, indeks saham berjangka AS berfluktuasi mendekati titik datar pada Senin malam karena para pedagang menantikan rilis data indeks harga konsumen bulan April. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan inflasi akan naik 3,7% dari tahun sebelumnya.

Krisis politik yang semakin memburuk di Inggris juga menjadi fokus pasar Eropa pada hari Selasa karena lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh kini telah menyerukan Perdana Menteri Keir Starmer untuk mengundurkan diri atau menetapkan jadwal pengunduran dirinya. Hal ini terjadi setelah kinerja buruk partai yang berkuasa dalam pemilihan dewan lokal pekan lalu.

Perdana menteri bertanggung jawab atas hasil pemilihan yang buruk dan mengakui pada hari Senin bahwa ia memiliki "para peragu". Starmer berjanji untuk "menghadapi tantangan besar" yang dihadapi negara, tetapi pidato tersebut gagal mengesankan para petinggi partai karena beberapa ajudan menteri mengundurkan diri pada hari Senin.

Laporan pendapatan akan dirilis oleh Siemens Energy, Bayer, Vodafone, Imperial Brands dan Uniper pada hari Selasa. Rilis data termasuk data inflasi Jerman dan angka sentimen ekonomi Uni Eropa. (end/CNBC)

Kembali ke Blog