27829349
IQPlus, (6/10) - PEFINDO menetapkan peringkat idA(sy) atas Sukuk Wakalah I Tahun 2026 yang diterbitkan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana hasil penerbitan sukuk tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja. PEFINDO juga telah menegaskan peringkat idA untuk DAAZ dan Obligasi I Tahun 2025 yang masih beredar. Prospek peringkat perusahaan adalah stabil.
Peringkat Perusahaan tersebut mencerminkan operasi DAAZ yang terintegrasi secara vertikal, profil keuangan yang kuat, serta tingginya permintaan terhadap komoditas. Peringkat tersebut dibatasi oleh paparan terhadap fluktuasi harga komoditas serta risiko regulasi.
Peringkat dapat dinaikkan jika DAAZ secara signifikan meningkatkan pendapatan dan perolehan EBITDA secara berkelanjutan, dengan juga mempertahankan margin laba yang stabil dan leverage keuangan yang konservatif dengan rasio net debt-to-EBITDA dan net debt-to-equity yang diharapkan masing-masing maksimum 1,4x dan 0,4x. Selain itu, peringkat tersebut juga harus disertai dengan peningkatan perlindungan arus kas yang berkelanjutan dengan rasio FFO terhadap utang dan EBITDA terhadap IFCCI masing-masing minimal 40% dan lebih dari 5,0x. Peringkat dapat diturunkan apabila arus kas Perusahaan mengalami pelemahan secara signifikan sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari yang diharapkan atau jika DAAZ memiliki utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi oleh peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.
Didirikan pada tahun 2009, DAAZ bergerak dalam perdagangan komoditas, khususnya batu bara, nikel, dan bahan bakar. Selain bisnis perdagangannya, Perusahaan juga mendiversifikasi bisnisnya ke pengiriman yang juga mendukung armada ke segmen bisnis perdagangan Perusahaan, sebagai bentuk kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal. Per 31 Maret 2026, pemegang saham DAAZ adalah PT Daaz Nusantara Abadi (42,49%), Zainal Abidinsyah Siregar (17,00%), Erwin Sutanto (12,75%), Irawan Sastrotanojo (12,75%), dan publik (15,02%). (end)