20425207
IQPlus, (24/7) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan hingga Juni 2026 mencapai Rp327 triliun atau tumbuh 7,5 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan kualitas non-performing loan (NPL) yang tetap terjaga dengan baik.
Jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun yang meningkat 9,8 persen (yoy) serta portofolio sosial sebesar Rp155 triliun yang naik 5,0 persen (yoy).
"Saat ini Bank Mandiri terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pangsa pasar pada portofolio hijau yang mencapai lebih dari 35 persen di antara tiga bank besar nasional lainnya," kata Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro dalam Paparan Kinerja secara daring di Jakarta, Kamis.
Danis menjelaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari pilar sustainable banking perseroan.
Tidak hanya pada produk wholesale, ia menambahkan bahwa perseroan juga menyediakan pembiayaan yang berfokus pada segmen ritel, termasuk KPR Hijau, pembiayaan kendaraan berbasis listrik, dan Livin' Planet.
Perseroan menjalankan pilar sustainability beyond banking di mana inklusi keuangan menjadi kunci. Melalui aplikasi Livin' Merchant by Mandiri, Danis mengatakan perseroan memperluas akses layanan keuangan bagi UMKM.
Hingga posisi Juni 2026, sebanyak 63 persen pengguna Livin' Merchant berada di wilayah non-urban, atau setara dengan 2,24 juta pengguna.
Di sisi lain, imbuh Danis, program tanggung jawab sosial dan lingkungan Bank Mandiri juga dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Sementara itu, pada sustainable operations, perseroan menyatakan konsisten untuk menurunkan emisi operasional melalui berbagai inisiatif karbon netral, seperti penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan panel surya (solar panel), dan berbagai inisiatif lainnya.
"Selain itu, dari sisi privasi dan keamanan data, kami terus memperkuat aspek pengamanan data secara berlapis demi menjaga keamanan nasabah dan perusahaan," kata Danis.
Dengan ketiga pilar tersebut, Danis menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen untuk terus memimpin dan memperkuat kinerja keberlanjutan sekaligus memperluas dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional.
Adapun pada kuartal ini, perseroan juga melanjutkan berbagai inisiatif untuk memperkuat agenda sosial dan lingkungan. Salah satu capaian yakni diperolehnya pinjaman sosial sebesar 750 juta dolar AS yang dijamin Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), bagian dari World Bank Group, untuk mendukung pembiayaan UMKM melalui program KUR.
"Melalui penjaminan MIGA ini, risiko pembiayaan dapat dikelola dengan lebih baik sehingga Bank Mandiri memperoleh akses terhadap pendanaan dengan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif," kata Danis.
Perseroan juga menambahkan fitur dalam Livin' Planet yang memungkinkan nasabah ritel membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang berasal dari proyek energi terbarukan berbasis biogas.
Pengembangan ini, ujar Danis, membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar karbon yang sebelumnya lebih banyak diakses oleh korporasi dan institusi.
"Melalui berbagai inisiatif tersebut, kami ingin memastikan bahwa agenda keberlanjutan dapat memberikan manfaat yang semakin nyata dan dapat diakses oleh UMKM, nasabah, serta masyarakat luas," kata Danis. (end)