14831297
IQPlus, (29/5) - Produsen otomotif asal Jepang, Toyota mengalami tekanan pada April 2026 karena mencatatkan penurunan penjualan untuk bulan ketiga berturut-turut, dipicu melemahnya permintaan di pasar Timur Tengah dan China yang selama ini menjadi kontributor penting bagi kinerja perusahaan.
Nation Thailand pada Kamis (28/4) waktu setempat melaporkan bahwa penjualan Toyota dan Lexus turun hingga 3,1 persen secara tahunan atau hanya menjadi 849.306 unit pada April.
Sementara itu, total penjualan grup Toyota yang mencakup Daihatsu dan Hino juga turun 3,7 persen menjadi 902.015 unit.
Catatan penurunan paling drastis terjadi di kawasan Timur Tengah, penjualan Toyota di wilayah tersebut merosot hingga 33,7 persen menjadi sekitar 31 ribu unit.
Kondisi pasar China juga masih menjadi tantangan berat dengan penurunan penjualan mencapai 25,4 persen di tengah persaingan ketat dan lemahnya permintaan kendaraan.
Toyota memiliki rencana untuk memangkas produksi kendaraan untuk pasar Timur Tengah hampir 40 ribu unit pada Maret dan April akibat gangguan logistik terkait situasi di Selat Hormuz.
Pengurangan produksi itu mencakup sejumlah model populer seperti Land Cruiser, sedan, hingga kendaraan niaga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak konflik kawasan kini tidak hanya memengaruhi rantai pasok dan logistik, tetapi juga mulai menekan langsung performa penjualan global Toyota di berbagai pasar utama.
Tidak hanya di Timur Tengah dan China, menurunnya performa penjualan Toyota juga terjadi di Amerika Serikat. Di negara tersebut, Toyota mencatatkan penurunan 4,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, pasar domestik Jepang menjadi penopang utama kinerja perusahaan. Penjualan di Jepang meningkat 24,2 persen setelah konsumen kembali melakukan pembelian usai sebelumnya menunda transaksi menjelang perubahan aturan pajak lingkungan.
Meski penjualan menurun, kinerja produksi Toyota masih menunjukkan pertumbuhan. Produksi global Toyota dan Lexus naik 2 persen pada April dibandingkan tahun lalu. Kenaikan produksi di Asia sebesar 12,9 persen membantu menutup penurunan produksi di Amerika Serikat dan Jepang.
Secara keseluruhan, grup Toyota memproduksi 933.685 kendaraan pada April atau naik 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (end/ant)