16226429
IQPlus, (12/6) - BUMN farmasi anak usaha PT Kimia Farma Tbk, PT Phapros Tbk, melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menekan dampak tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kepada biaya bahan baku impor dan operasional perusahaan.
"Mengingat fluktuasi kurs rupiah sebagai faktor eksternal maka Phapros akan lebih fokus ke internal karena kita tidak bisa kendalikan itu. Jadi yang kita upayakan kendalikan adalah mitigasi untuk meminimalkan dampak negatifnya,"kata Direktur Produksi Phapros Ida Rahmi Kurniasih dalam Public Expose perseroan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.989 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.944 per dolar AS.
Ida mengatakan tren pelemahan rupiah telah berdampak terhadap kenaikan biaya bahan baku dan biaya pengiriman industri farmasi yang masih bergantung pada impor.
Menurut dia, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, antara lain penyusunan skenario pelemahan rupiah terhadap dolar AS, renegosiasi harga dengan pemasok luar negeri, hingga diversifikasi sumber bahan baku.
Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan penggunaan mata uang selain dolar AS dalam transaksi impor bahan baku.
"Kami terus mencari alternatif bahan baku agar dapat harga yang lebih baik, termasuk kemungkinan melakukan transaksi selain dolar AS. Misalnya sekarang sebagian sudah membeli dalam renminbi (yuan China) dan euro," ujar Ida. (end/ant)