30156033
IQPlus, (29/10) - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bahwa ketersediaan dan keterjangkauan pupuk menjadi harga mati, di tengah upaya transisi energi yang dilakukan.
"Transisi energi yang kami lakukan itu bertahap dan terukur," kata Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Yehezkiel Adiperwira di Jakarta, Kamis.
Menurut Yehezkiel, pupuk merupakan faktor signifikan dalam pemenuhan pangan nasional, utamanya dalam mencapai swasembada pangan yang ditargetkan oleh pemerintah.
"Kita memastikan bahwa operasional dari seluruh pabrik kita, baik itu pabrik pupuk urea, pupuk NPK, dan pupuk lainnya, tetap kita jaga keandalannya," ujar Yehezkiel.
Di tahun 2050 diperkirakan total emisi business as usual atau dalam kondisi normal tanpa adanya intervensi, bisa mencapai 25 juta ton CO2eq. Namun, peta jalan PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan di tahun 2050 penurunan emisi menyentuh angka 96 persen atau hanya sekitar 1,7 juta ton CO2eq.
Guna mencapai target tersebut, Yehezkiel menyampaikan ada strategi yang dijalankan PT Pupuk Indonesia (Persero) baik dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
"Target penurunan konsumsi energi jangka pendek itu memang terkait dengan efisiensi energi melalui revitalisasi pabrik, kemudian menurunkan konsumsi gas per ton produk," kata Yehezkiel. (end/ant)