23536836
IQPlus, (24/8) - Saham Alibaba anjlok hingga 10% di Hong Kong pada hari Senin setelah raksasa teknologi Tiongkok tersebut menetapkan harga penempatan saham baru senilai 80 miliar dolar Hong Kong (US$10,20 miliar) kepada investor non-AS.
Perusahaan menyatakan rencananya untuk menggunakan seluruh dana bersih hasil penempatan tersebut guna berinvestasi dalam kapabilitas AI *full-stack* miliknya, termasuk memperluas dan meningkatkan infrastruktur AI perusahaan.
Alibaba akan menerbitkan 710 juta saham baru dengan harga HK$112,70 per lembar, dibandingkan dengan harga penutupan saham pada hari Jumat sebesar HK$123. Terakhir, saham diperdagangkan turun 8,4% di level HK$112,7.
Penempatan saham yang diperkirakan rampung pada hari Rabu ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Alibaba melaporkan penurunan laba sebesar 75% untuk kuartal yang berakhir pada bulan Juni, akibat besarnya belanja AI yang membebani kinerja keuangan perusahaan. Belanja modal melonjak 75% menjadi 67,7 miliar yuan.
Vey-Sern Ling, penasihat ekuitas senior di UBP, mengatakan kepada CNBC pekan lalu menyusul laporan kinerja keuangan terbaru Alibaba bahwa perusahaan tersebut berada dalam posisi yang tepat untuk mengejar pertumbuhan di bidang kecerdasan buatan (AI).
"Menurut saya, Alibaba jelas berada dalam posisi yang tepat untuk mengejar pertumbuhan tersebut, mengingat mereka memiliki unit bisnis komputasi awan serta model AI yang sangat kuat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa laba mungkin akan melemah dalam jangka pendek, sementara belanja modal (capex) berpotensi meningkat.
Alibaba terus meningkatkan investasinya di bidang AI seiring upayanya menjadikan teknologi tersebut sebagai pendorong utama pertumbuhan di masa depan. Tahun lalu, perusahaan mengumumkan rencana untuk menginvestasikan setidaknya 380 miliar yuan dalam infrastruktur komputasi awan dan AI selama tiga tahun ke depan.
Perusahaan teknologi Tiongkok lainnya yang menjadi pesaing Alibaba juga turut meningkatkan belanja mereka untuk AI. Belanja modal Tencent melonjak 65% dari kuartal sebelumnya menjadi 52,8 miliar yuan pada kuartal yang berakhir bulan Juni, seiring langkah perusahaan untuk terus berinvestasi dalam infrastruktur komputasi guna memonetisasi model-model AI miliknya. (end/CNBC)