SENTIMEN GLOBAL DONGKRAK TRANSAKSI OLEIN TEMBUS Rp 7 TRILIUN DI JFX

  • Info Pasar & Berita
  • 09 Jul 2026

18930757

IQPlus, (9/7) - Di tengah dinamika geopolitik, perubahan pasokan global, hingga pergerakan harga energi dunia, transaksi olein mencatatkan nilai lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni 2026 di Jakarta Futures Exchange (JFX).

Sementara itu, perdagangan timah ekspor juga menunjukkan penguatan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,6 triliun, mencerminkan meningkatnya aktivitas pelaku pasar dalam merespons volatilitas harga melalui mekanisme bursa.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Yazid Kanca Surya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan peningkatan aktivitas perdagangan tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha.

"Sebaliknya, perubahan harga yang terjadi justru membuka ruang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui bursa," katanya.

Dia memaparkan produk olein menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat selama tiga pekan berturut-turut, dari 6,2 ribu lot pada awal Juni menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir Juni.

Seiring dengan itu, nilai transaksi bertumbuh dari Rp1,3 triliun hingga mencapai Rp2,8 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara keseluruhan, transaksi olein sepanjang Juni mencapai lebih dari Rp7,3 triliun.

Peningkatan transaksi olein, menurut dia dipengaruhi oleh gejolak harga yang terjadi di pasar energi global.

"Redanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah dunia sekitar 10 persen. Pergerakan tersebut turut mempengaruhi harga CPO dan olein, baik di pasar internasional maupun domestik," katanya.

Sementara itu perdagangan timah ekspor menjadi salah satu produk yang mencatatkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Setelah sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7 - 3 Juni, volume transaksi melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21 - 27 Juni 2026.

Sejalan dengan itu, nilai transaksi naik dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, sebelum mencapai Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni, lanjut Yazid, peningkatan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik maupun global.

Menurut dia dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar.

"Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia," ujarnya. (end)

Kembali ke Blog