SOFTBANK GROUP BERENCANA JUAL OBLIGASI RITEL SENILAI 1 TRILIUN YEN

  • Info Pasar & Berita
  • 24 Agt 2026

23556026

IQPlus, (24/8) - SoftBank Group berencana melakukan penjualan obligasi ritel senilai 1 triliun yen (US$6,3 miliar) angka rekor yang menjadikannya penerbitan terbesar oleh emiten mana pun di Jepang guna menggalang dana bagi komitmen investasinya di OpenAI.

Menurut dokumen perusahaan, penetapan harga untuk obligasi bertenor tujuh tahun ini diperkirakan akan dilakukan pada tanggal 4 September, dengan kisaran tingkat kupon indikatif antara 4,3 persen hingga 4,9 persen.

Langkah SoftBank ini merupakan bagian terbaru dari tren global penggalangan dana di tengah persaingan yang sangat ketat untuk meraih posisi pemimpin dunia dalam bidang kecerdasan buatan (AI).

Alphabet, Meta Platforms, Microsoft, dan Amazon.com empat pemain terbesar dalam perlombaan pusat data telah berkomitmen untuk menggelontorkan dana hampir US$2,4 triliun bagi belanja terkait kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun mendatang. Pada hari Senin, Alibaba Group Holding menggalang dana setara US$10 miliar melalui penjualan saham sekunder terbesar yang pernah ada di Hong Kong, guna mendanai upaya perusahaan dalam berinvestasi pada cip, pusat data, dan model bahasa berskala besar (*large-language models*).

SoftBank telah berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari US$60 miliar pada pengembang ChatGPT dan terus mempercepat investasi di sektor pusat data seiring upayanya memperluas kapasitas komputasi. Langkah investasi ini dilakukan di tengah masih adanya pertanyaan mengenai cara memonetisasi teknologi tersebut, serta adanya peringatan terkait kelebihan kapasitas, peningkatan utang perusahaan, dan sifat sirkular dari berbagai kesepakatan penggalangan dana AI.

Perwakilan SoftBank Group tidak dapat segera dimintai komentar. Dalam siaran pers hari Senin, perusahaan menyatakan perkiraannya bahwa obligasi tersebut akan memperoleh peringkat A dari Japan Credit Rating Agency.

"Perusahaan bertaruh bahwa investor ritel akan membeli produk yang menawarkan imbal hasil menarik, dan mereka tampak yakin dapat menyerap permintaan di tengah minimnya produk pendapatan tetap yang mampu mengungguli laju inflasi," ujar Yuuki Fukumoto, peneliti keuangan senior di NLI Research Institute.

"Bank-bank merasa keberatan menanggung risiko tersebut mengingat lemahnya pertumbuhan simpanan, peringkat kredit, serta tenor tujuh tahun yang ditetapkan, sehingga kesepakatan ini lebih bergantung pada investor ritel," kata Fukumoto.

Penawaran ini akan menjadi penjualan obligasi ritel ketiga SoftBank pada tahun ini, setelah sebelumnya perusahaan menghimpun dana sebesar 418 miliar yen pada bulan April dan 260 miliar yen pada bulan Juni. (end/Bloomberg)

Kembali ke Blog