TEKAN RUGI, WMPP BUKUKAN PENDAPATAN RP1,01 TRILIUN PADA 2025

  • Info Pasar & Berita
  • 16 Apr 2026

10529933

IQPlus, (16/4) - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP) menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 1,01 Triliun secara konsolidasi. Jumlah ini naik hingga 76,6% dibanding pendapatan pada tahun 2024 sebesar Rp 572,92 miliar.

Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling bayak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 73,22%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat & processing) sebesar 21,86%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 3%, dan komoditas pertanian (commodity) sebesar 1,92%.

Meski masih mencatat kerugian, Perseroan juga telah berhasil menekan rugi bersihnya menjadi Rp 234,94 miliar sepanjang 2025, lebih rendah 60,6% dari Rugi Bersih 2024 sebesar Rp596,50 Miliar.

Rugi bersih yang berhasil ditekan hingga lebih dari 50% menunjukkan kinerja Perseroan mulai mengalami perbaikan meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan. Kinerja Perseroan tahun 2026 dan kedepannya diproyeksikan akan semakin membaik seiring dengan berbagai katalis positif dari industri pangan global dan tanah air serta didukung dengan strategi efisiensi dan rencana strategis Perseroan kedepannya," jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk.

Prospek cerah industri pangan salah satunya didukung oleh riset dari OECD-FAO dalam laporan Agricultural Outlook 2025-2034, yang menunjukkan bahwa selama 1 dekade mendatang, nilai konsumsi global komoditas pertanian dan perikanan diproyeksikan akan tumbuh sebesar 13%.

Secara khusus, konsumsi daging sapi dan unggas masing-masing akan tumbuh 21% dan 13% pada tahun 2034. Berdasarkan negaranya, pertumbuhan konsumsi daging, selain di Tiongkok dan India karena populasinya yang sangat besar, diperkirakan akan paling tinggi di Brasil, Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Sementara itu, prospek positif industri pangan tanah air juga didukung oleh program prioritas pemerintah saat ini yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Grup Perseroan memiliki peluang tumbuh seiring dengan pertumbuhan permintaan industri.

Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi naik sekitar 11,6% mencapai 964.166 ton, dengan asumsi program makan bergizi gratis membutuhkan 191.210 ton daging. Selain itu, Perusahaan akan berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya dengan menjalankan sejumlah rencana strategis. Perseroan akan melanjutkan strategi efisiensi serta fokus meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan, terutama pada bisnis cattle dan poultry.

"Untuk mendukung hal ini, Perseroan berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis. Salah satu yang sudah melakukan pendekatan kepada kami adalah perusahaan pangan asal AS yaitu Tyson Foods," ujar Tumiyono. (end)


Kembali ke Blog