24931908
IQPlus, (7/9) - Toyota tengah bersiap memperkenalkan kendaraan listrik (EV) baru untuk divisi mobil mewahnya, Lexus, yang akan meninggalkan sejumlah tradisi yang selama ini melekat pada merek tersebut.
Selama ini, Lexus secara tradisional memproduksi sebagian besar modelnya di Jepang, namun merek tersebut belum memiliki basis produksi di China, sebagaimana dilaporkan laman Drive, Minggu (6/9).
Memproduksi kendaraan di luar negeri sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Lexus, karena sejumlah kendaraan untuk pasar Amerika Utara telah diproduksi di Amerika Serikat dan Kanada.
Langkah ini akan membuat Lexus untuk pertama kalinya memperkenalkan teknologi baru di pasar di luar Jepang, sebelum nantinya berpotensi membawa sistem tersebut kembali diterapkan di Jepang.
Teknologi utama yang mendasari EV baru tersebut adalah metode produksi yang dikenal sebagai "gigacasting". Teknologi ini pertama kali diterapkan oleh Tesla dan memungkinkan sejumlah bagian struktur bodi yang sebelumnya dibuat secara terpisah digabungkan menjadi satu komponen cetakan berukuran besar.
Metode tersebut berpotensi mengurangi bobot komponen bodi hasil pengepresan hingga 20 persen. Pada saat yang sama, teknologi ini dapat meningkatkan kekakuan bodi dan mengurangi bobot keseluruhan kendaraan, yang pada akhirnya meningkatkan jarak tempuh.
Toyota pertama kali mengumumkan rencana untuk mengadopsi metode konstruksi modular tersebut pada 2023, dengan tiga komponen "gigacasting" utama yang membentuk bodi mobil.
Ford juga telah menerapkan metode perakitan tiga bagian yang serupa untuk Universal Electric Vehicle Platform yang akan datang. Platform tersebut dijadwalkan mulai diproduksi melalui pikap listrik Fathom pada akhir tahun ini.
Model Lexus pertama yang akan dibangun menggunakan platform "gigacasting" tersebut belum diumumkan. Namun, keputusan untuk membangun basis produksi di China yang sepenuhnya dimiliki Toyota, bukan melalui perusahaan patungan, menempatkan Lexus di pusat ekosistem produksi EV yang efisien dan terjangkau.
Produksi dijadwalkan dimulai di pabrik baru yang telah selesai dibangun di Shanghai pada awal 2027. Pada tahap awal, kapasitas produksi akan dibatasi sekitar 1.000 kendaraan per bulan sebelum ditingkatkan menjadi "puluhan ribu" kendaraan per tahun pada 2028.
Meski model baru tersebut berpotensi membuat teknologi dan metode konstruksinya diterapkan pada model serta pabrik lain dalam lingkup Lexus dan Toyota, model perintis ini diperkirakan akan tetap dipasarkan secara eksklusif di China.
Merek Toyota sendiri sudah menawarkan sejumlah model elektrifikasi yang hanya tersedia di China, meski sejauh ini kendaraan-kendaraan tersebut diproduksi bersama mitra melalui perusahaan patungan.
Produksi di China memungkinkan Toyota meningkatkan pangsa pasar divisi mobil mewahnya melalui model yang lebih kompetitif dari sisi harga. Kendaraan tersebut juga terbebas dari bea impor serta mendapatkan akses terhadap komponen dan proses perakitan berbiaya rendah, yang telah membantu para pesaing mobil mewah asal China mengungguli penjualan Lexus.(end/ant)