25225189
IQPlus, (10/9) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mencatatkan nilai transaksi wonder by BNI sebesar Rp958 triliun pada semester I-2026.
Pada periode yang sama, jumlah pengguna mencapai 15,1 juta dan transaksi sebanyak 1,1 miliar.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam Public Expose Live 2026 (Pubex Live 2026) secara daring di Jakarta, Rabu, menyatakan ekosistem digital menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan transaksi dan bisnis BNI.
Selain wonder by BNI, platform BNIdirect di segmen wholesale mencatat 279,7 ribu pengguna dengan 789 juta transaksi senilai Rp6.039 triliun.
"Pertumbuhan transaksi di wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah, baik individu maupun korporasi," kata Paolo.
Menurut dia, kinerja tersebut membuka ruang bagi BNI untuk memperluas interaksi dengan nasabah sekaligus menghadirkan lebih banyak solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Per semester I-2026, BNI memiliki 13.386 ATM, sekitar 229 ribu agen branchless banking, serta 1.042 ribu merchant dan QRIS.
BNI juga mengembangkan Open API ecosystem yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 partner melalui 283 layanan API.
Paolo menyatakan ekosistem tersebut memungkinkan BNI menghubungkan berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam satu jaringan layanan, sekaligus memperluas titik interaksi dengan nasabah.
Pendekatan itu, juga disebut menjadi bagian dari strategi BNI untuk membangun layanan perbankan yang makin terintegrasi dan berbasis kebutuhan nasabah.
Paolo menambahkan pengembangan kapabilitas digital juga menjadi bagian dari upaya BNI untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.
Ke depan, BNI menyatakan akan terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem.
"Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi enabler, tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI," ujarnya pula. (end)