UPAH NOMINAL DI JEPANG NAIK LAGI PADA BULAN JUNI

  • Info Pasar & Berita
  • 05 Agt 2026

21633465

IQPlus, (5/8) - Pertumbuhan upah di Jepang tetap kuat berkat kinerja laba perusahaan yang solid dan pasar tenaga kerja yang ketat, sehingga memperkuat alasan bagi Bank of Japan untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Upah nominal naik 3,4 persen pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya, menyusul kenaikan sebesar 3,3 persen (setelah revisi) pada bulan Mei, demikian dilaporkan oleh Kementerian Tenaga Kerja pada hari Rabu (5 Agustus).

Angka tersebut sesuai dengan estimasi median dalam survei ekonom yang dilakukan Bloomberg, sekaligus memperpanjang tren kenaikan di atas 3 persen hingga lima bulan berturut-turut rentetan terpanjang dalam 34 tahun terakhir.

Upah pokok juga meningkat sebesar 3,4 persen, sementara ukuran yang lebih stabil yang tidak memperhitungkan bonus, uang lembur, serta distorsi pengambilan sampel naik 2,9 persen bagi pekerja purnawaktu. Upah riil mencatat kenaikan 1,7 persen, menandai peningkatan selama enam bulan berturut-turut rentetan terpanjang sejak tahun 2021.

Laba berjalan perusahaan-perusahaan Jepang meningkat melampaui perkiraan secara tahunan pada periode tiga bulan yang berakhir bulan Maret, melanjutkan tren kenaikan selama enam kuartal berturut-turut; hal ini memberikan perusahaan kapasitas lebih besar untuk menaikkan upah di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.

Kenaikan upah yang stabil kemungkinan akan menjaga Bank of Japan (BOJ) tetap pada jalurnya untuk kembali menaikkan suku bunga paling lambat bulan Desember atau bahkan bisa lebih cepat lagi.

Bank sentral mempertahankan suku bunga kebijakannya pekan lalu, sembari mengisyaratkan bahwa langkah kebijakan yang bisa saja diambil paling cepat pada bulan September masih menjadi opsi yang terbuka.

Intervensi mata uang yang dilakukan pemerintah secara terkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk mendukung yen pada hari Jumat lalu semakin memperkuat ekspektasi akan adanya langkah kebijakan lebih awal.

Gubernur Kazuo Ueda menunjukkan sikap yang cenderung *hawkish* dalam konferensi pers usai pengumuman keputusan tersebut; ia memperingatkan bahwa risiko kenaikan harga telah meningkat dan kejutan inflasi menjadi semakin berisiko tinggi, seiring pergerakan tren inflasi inti yang kian mendekati target 2 persen yang ditetapkan BOJ lebih dari 13 tahun silam. (end/Bloomberg)

Kembali ke Blog