21029665
IQPlus, (30/7) - PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) membukukan kinerja yang lebih baik pada semester I 2026 dengan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$8,4 juta, meningkat 24,4% dibandingkan US$6,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham turut meningkat menjadi Rp31,10 dari Rp25,05 pada semester I 2025.
Menurut keterangan Kamis, Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$49,88 juta, naik 35,4% dibandingkan US$36,85 juta pada semester I 2025. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh divisi kapal milik (Owned Vessel) yang mencatatkan pendapatan US$45 juta, meningkat 41,4% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh bertambahnya jumlah kapal yang beroperasi. Sebaliknya, pendapatan divisi chartering turun 40,5% menjadi US$1,6 juta, seiring fokus perusahaan pada peningkatan utilisasi armada milik yang menawarkan margin lebih tinggi. Pendapatan dari layanan lainnya justru meningkat 40,8% menjadi US$3,4 juta.
Seiring meningkatnya utilisasi armada, laba bruto perseroan melonjak 76,9% menjadi US$24,90 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari divisi kapal milik sebesar US$23,3 juta. Sementara itu, total beban tidak langsung turun 6,2%, sehingga laba operasional meningkat signifikan 124,6% menjadi US$20,08 juta pada semester I 2026. EBITDA juga tumbuh 76,8% menjadi US$28,2 juta.
Di sisi lain, perseroan masih membukukan rugi dari perusahaan asosiasi sebesar US$1,6 juta akibat rendahnya utilisasi armada yang menjalani perbaikan dan pemeliharaan. Wintermar juga mencatat rugi selisih kurs sebesar US$0,4 juta karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sebagian kas yang disimpan dalam mata uang rupiah. Meski demikian, laba sebelum pajak tetap meningkat 62,9% menjadi US$17,40 juta.
Manajemen menilai prospek industri offshore oil and gas masih positif di tengah tingginya harga minyak, meningkatnya investasi global di sektor hulu migas, serta terbatasnya pasokan kapal offshore secara global. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Wintermar melanjutkan strategi ekspansi melalui pembelian kapal bekas, pembangunan kapal baru, dan akuisisi Fast Offshore Supply (FOS). Akuisisi tersebut akan mulai memberikan kontribusi terhadap laba pada semester II 2026 setelah transaksi diselesaikan pada akhir Juni.
Per akhir Juni 2026, nilai kontrak yang dimiliki Wintermar mencapai US$58,7 juta sebelum memperhitungkan FOS. Setelah akuisisi dikonsolidasikan, total kontrak meningkat menjadi US$307,3 juta, yang diharapkan menjadi penopang pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan pada tahun-tahun mendatang. (end)