12346533
IQPlus, (4/5) - Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Minggu (3/5) mengatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan dana hingga 70 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.378) hingga 2035 untuk mengintegrasikan jaringan kelistrikan, memperluas perdagangan listrik lintas batas, dan memperkuat akses pita lebar (broadband) di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Presiden ADB Masato Kanda meluncurkan Inisiatif Jaringan Listrik Pan-Asia (Pan-Asia Power Grid Initiative) dan Jalur Digital Asia-Pasifik (Asia-Pacific Digital Highway) dalam pertemuan tahunan ke-59 bank tersebut di Samarkand, kota terbesar kedua di Uzbekistan.
"Akses energi dan digital akan menentukan masa depan kawasan ini," kata Kanda, seraya menambahkan bahwa dengan "menghubungkan jaringan listrik dan jaringan digital lintas perbatasan, kita dapat menurunkan biaya, memperluas peluang, dan menghadirkan pasokan listrik yang andal serta akses digital bagi ratusan juta orang."
Menurut Kanda, Pan-Asia Power Grid Initiative bertujuan untuk menghubungkan sistem kelistrikan nasional dan subregional guna memungkinkan aliran energi terbarukan lintas batas.
Asia-Pacific Digital Highway bertujuan untuk menutup kesenjangan infrastruktur digital dan membantu kawasan ini memanfaatkan pertumbuhan yang didorong oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Di bawah Pan-Asia Power Grid Initiative, ADB berencana memobilisasi dana senilai 50 miliar dolar AS hingga 2035 untuk infrastruktur listrik lintas batas, dengan berfokus pada jalur transmisi, gardu induk, penyimpanan energi, dan digitalisasi jaringan.
Di bawah inisiatif Asia-Pacific Digital Highway, ADB akan memobilisasi dana senilai 20 miliar dolar AS untuk membiayai koridor digital, infrastruktur data, dan ekonomi yang siap menghadapi era AI.
ADB merupakan sebuah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di seluruh Asia dan Pasifik. (end)