AIRBUS : ASIA-PASIFIK BUTUH 20.000 PESAWAT BARU DUA DEKADE MENDATANG

  • Info Pasar & Berita
  • 05 Feb 2026

03553243

IQPlus, (5/2) - Selama dua dekade mendatang, kawasan Asia-Pasifik akan membutuhkan hampir 20.000 pesawat baru karena diperkirakan akan tetap menjadi pasar perjalanan udara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, kata produsen pesawat Eropa, Airbus, pada hari Kamis (5 Februari).

Dikatakan bahwa kawasan ini akan membutuhkan 19.560 pesawat baru pada tahun 2044 untuk memenuhi peningkatan lalu lintas udara dan pertumbuhan armada, karena akan menyumbang 46 persen dari permintaan perjalanan udara global. Dalam jangka waktu yang sama, lalu lintas penumpang udara diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,4 persen per tahun, di atas rata-rata global sebesar 3,6 persen.

Data tersebut dirilis sebagai bagian dari laporan Global Services Forecast Airbus, yang mengamati tren penerbangan dan layanan penerbangan dari tahun 2025 hingga 2044.

Hal ini mencerminkan sentimen optimis dari Boeing, demikian perusahaan tersebut menyampaikan kepada media pada hari Rabu di Singapore Airshow 2026. Asia-Pasifik pada tahun 2025 mengalami peningkatan tahunan sebesar 8 persen dalam pendapatan penumpang per kilometer (revenue passenger kilometers), yang merupakan ukuran volume penumpang yang diangkut oleh maskapai penerbangan tertinggi di dunia kata Boeing.

Armada pesawat global diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 49.210 pada tahun 2044 dari 24.730 yang beroperasi pada tahun 2024. Sekitar setengahnya akan berupa pesawat baru, 38,5 persen akan berupa penggantian, dan 11,8 persen akan dipertahankan.

Oleh karena itu, pasar jasa untuk mendukung pertumbuhan armada juga akan berkembang.

Di kawasan Asia-Pasifik, pasar jasa penerbangan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,2 persen hingga mencapai US$138,7 miliar pada tahun 2044.

Perawatan di luar sayap atau pelepasan mesin atau komponen utama dari pesawat untuk perbaikan atau perombakan akan menjadi kontributor terbesar, mencapai US$100 miliar.

Pasar global untuk jasa-jasa ini akan tumbuh dengan CAGR sebesar 3,6 persen hingga mencapai US$311 miliar selama periode yang sama. (end/bussinesstimes.com)

Kembali ke Blog