17631939
IQPlus, (26/6) - Emiten bidang perdagangan minyak, gas bumi, dan investasi, PT Super Energy Tbk (SURE), mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Sumber Aneka Gas (SAG), telah resmi meresmikan fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Peresmian infrastruktur energi bernilai investasi mencapai Rp1,1 triliun ini dilakukan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bersama Kepala SKK Migas pada Kamis, 25 Juni 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan infrastruktur gas bumi nasional, penguatan ketahanan energi, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Fasilitas Mini LNG Plant baru ini dirancang untuk mengolah gas bumi dengan kapasitas sebesar 15 MMSCFD. Pasokan gas tersebut berasal dari Lapangan Sumber 1-A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java, dengan jangka waktu pengaliran yang dipastikan aman hingga tahun 2036 mendatang.
Dari sisi output produksi, fasilitas ini mampu menghasilkan LNG dengan kapasitas maksimal sebesar 55.300 ton per tahun. Tidak hanya itu, pabrik ini juga diproyeksikan memproduksi Liquefied Petroleum Gas (LPG) maksimal hingga 9.800 ton per tahun, serta Kondensat dengan volume maksimal 19.600 barel per tahun.
SAG juga menyediakan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) plant dengan kapasitas pendukung sebesar 6 MMSCFD. Manajemen Perseroan menjelaskan bahwa kehadiran SAG ditujukan untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi LNG agar distribusi energi menjadi lebih luas dan efisien. Produk LNG dari fasilitas ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga menjangkau kawasan di luar Pulau Jawa.
Hal ini membuka akses energi yang lebih merata, terutama bagi kawasan industri yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas konvensional. Penggunaan LNG sebagai energi transisi diharapkan dapat mendukung target dekarbonisasi nasional melalui konversi bahan bakar solar dan LPG ke LNG. Selain itu, produksi domestik ini juga diharapkan mampu membantu pemerintah menekan ketergantungan pada impor LPG.
Dalam keterbukaan informasi, Corporate Secretary PT Super Energy Tbk, Andre Rachman, menyatakan bahwa beroperasinya fasilitas ini membawa dampak positif yang signifikan bagi grup perusahaan.
"Adanya tambahan supply gas baru ini secara langsung memberikan dampak positif terhadap stabilitas pasokan gas untuk para konsumen kami. Secara tidak langsung, Perseroan juga turut menopang keberlanjutan industri konsumen yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Andre dalam laporan resminya.
Lebih lanjut, pihak manajemen optimistis bahwa langkah ekspansi ini akan memberikan kontribusi positif secara finansial dan mampu memperbaiki posisi keuangan PT Super Energy Tbk untuk tahun buku 2026. (end)