ANAK USAHA WASKITA KARYA (WSKT) MASUK PROSES LIKUIDASI

  • Info Pasar & Berita
  • 27 Agt 2026

23830788

IQPlus, (27/8) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (IDX: WSKT) mengumumkan pembubaran dan likuidasi salah satu cucu usahanya, PT Waskita Bali Mandara (WBM). Langkah korporasi ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) WBM yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Penyampaian fakta material tersebut tertuang dalam surat resmi BUMN konstruksi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1014/WK/SEKPER/2026 tertanggal 27 Agustus 2026. Surat laporan keterbukaan informasi ini ditandatangani secara elektronik oleh Plt. Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Shastia Hadiarti.

Struktur kepemilikan mencatat WBM merupakan anak perusahaan dari PT Waskita Toll Road (WTR) dengan porsi kepemilikan saham sebesar 75 persen atau setara 3.750 lembar saham. Sementara itu, WTR merupakan anak usaha langsung dari Waskita Karya dengan kepemilikan saham mencapai 92,53 persen.

Merujuk Surat Keterangan Notaris Zulkifli Harahap, S.H., No. 134/NZH/PT/VIII/2026, status badan hukum WBM resmi berganti. Terhitung sejak 26 Agustus 2026, WBM menyandang status "Dalam Likuidasi" yang wajib dicantumkan pada seluruh dokumen resmi serta surat-menyurat perusahaan.

Dalam forum RUPSLB tersebut, para pemegang saham juga sepakat menunjuk Direktur WBM, Allan May Nasution, untuk bertindak sebagai Likuidator. Saat ini, proses pengurusan Surat Pemberitahuan Pembubaran Perseroan Terbatas WBM sedang berjalan di Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Manajemen menjelaskan bahwa aksi pembubaran dilakukan karena kondisi WBM yang bersifat dormant atau tidak beroperasi. Kebijakan ini juga menindaklanjuti arahan PT Danantara Aset Management melalui surat No. SR.039/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 2 Maret 2026 yang mewajibkan penatausahaan entitas dormant pada tahun 2026.

Manajemen Waskita Karya menegaskan bahwa likuidasi ini menjadi bagian penting dari strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis perseroan. Langkah penataan entitas ini diharapkan dapat memperkuat fokus perusahaan untuk kembali ke bisnis intinya (core business) sebagai kontraktor murni. (end)

Kembali ke Blog