ARAB SAUDI HENTIKAN RENCANA PERLUASAN KAPASITAS MINYAK AKIBAT TRANSISI ENERGI

  • Info Pasar & Berita
  • 13 Feb 2024

04331473

IQPlus, (13/2) - Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan rencana perluasan kapasitas minyaknya karena transisi energi. Kerajaan menegaskan memiliki banyak kapasitas cadangan untuk melindungi pasar minyak.

Pemerintah Saudi pada 30 Januari memerintahkan perusahaan minyak negara Aramco untuk menghentikan rencana ekspansi minyaknya dan menargetkan kapasitas produksi berkelanjutan maksimum sebesar 12 juta barel per hari (bph), atau 1 juta barel per hari di bawah target yang diumumkan pada 2020, yang ditetapkan sebagai tercapai pada 2027.

"Saya pikir kami menunda investasi ini hanya karena kami sedang melakukan transisi," kata Pangeran Abdulaziz bin Salman, pada konferensi teknologi perminyakan IPTC di Dharan, dikutip dari The Business Times, Selasa, 13 Februari 2024.

Dia menambahkan Aramco memiliki investasi lain yang harus dilakukan, termasuk di bidang minyak, gas, petrokimia, dan energi terbarukan. Arab Saudi bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 dan Aramco mengatakan ingin mencapai nol emisi bersih dari operasinya pada 2050.

Pangeran Abdulaziz mengatakan Kerajaan memiliki bantalan besar kapasitas cadangan minyak jika terjadi gangguan besar terhadap pasokan global yang disebabkan oleh konflik atau bencana alam.

Berdasarkan pemotongan yang disepakati antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, atau OPEC+, produksi minyak Saudi berada sekitar 3 juta barel per hari di bawah kapasitas berkelanjutan maksimum sebesar 12 juta barel per hari, menjadikannya pemegang kapasitas cadangan terbesar di dunia.

"Kami siap melakukan perubahan ke atas dan ke bawah, apapun yang ditentukan oleh kebutuhan pasar," pungkas Pangeran Abdulaziz. (end/ba)

Kembali ke Blog